Juventus akan Rusah Pesta Perpisahan Xavi Hernandez

Juventus akan Rusah Pesta Perpisahan Xavi Hernandez

Namun, Allegri mengakui bahwa Barcelona akan lebih difavoritkan karena kehadiran trio MSN di lini depan mereka serta pengalaman bermain di laga final, tapi Juventus masih punya peluang untuk menang.

Sebagaimana diketahui, Xavi Hernandez telah mengumumkan kepergiannya dari Barcelona seiring berakhirnya kampanye musim 2014/15 ini, yang artinya pertandingan melawan Juventus di laga final Liga Champions Eropa, pada 7 Juni 2015 mendatang merupakan pertandingan terakhir Xavi bersama Los Cules. Tentu saja, akan sangat indah dirasa jika Barcelona berhasil menang dan jadi juara Liga Champions, itu adalah sebuah kado perpisahan terindah bagi Xavi.

Namun, pelatih Juvents, Massimiliano Allegri berniat untuk merusak pesta perpisahan Xavi Hernandez dengan cara mengalahkan Barcelona di ajang penentuan tim terbaik Erppa musim ini tersebut. Meski diakuinya akan sulit, tapi Allegri yakin akan kapasitas, optimisme dan mental juara yang dimiliki skuat racikannya.

“Ya, laga final ini akan menjadi laga yang terakhir Bagi Xavi hernandez, seorang pemain yang luar biasa bagi Barcelona dan Tim Nasional Spanyol, namun kami berharap untuk merusak pesta yang mereka miliki”

“Barcelona mempunyai tiga pemain hebat di lini depan, Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez, di lini tengan mereka punya sosok Andres Iniesta yang mendikte permainan. Mereka juga terbiasa bermain di laga final, namun itu sama sekali tak membuat kami lebah. Sikap positif nanti akan pentin, kami akan menggenjot aspek fisik dan mental sehingga berada dalam kondisi yang optimal selama mungkin” Ujar Allegri.

Jose Mourino dan Eden Hazard, Jadi Yang Terbaik Di Liga Primer 2014-15

Jose Mourino dan Eden Hazard, Jadi Yang Terbaik Di Liga Primer 2014-15

Jose Mourino dan Eden Hazard secara berurutan menjadi pelatih dan pemain terbaik Liga Primer Inggris musim 2014/15, kali ini penghargaan diberikan oleh FA sendiri.

Seperti diketahui, Chelsea berhasil meraih titel juara Liga Primer Inggris musim ini setelah tak tergoyahkan di puncak klasemen sejak awal musim sampai kemenangan penentu melawan Crystal Palace beberapa pekan lalu. Berkat dari kesuksesan tersebut, Pelatih Jose Mourinho berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik di ajang Liga primer Inggris musim ini versi FA sendiri sebagai otoritas kompetisi Premier league.

Ini adalah untuk kali ketiga bagi The Special One meraih gelar sebagai pelatih terbaik Liga Primer Inggris. Sebelumnya dia sempat meraih dua gelar yang sama saat membawa Chelsea jadi juara Liga Primer di musim 2004/05, dan 2005/06. Cukup unik, mengingat sepanjang musim ini, Mourinho belum pernah menjadi pemenang Penghargaan Manajer Of The Month, meski demikian sosok asal Portugal tersebut berhasil mengalahkan pelatih hebat sekelas Ronald Koeman, Garry Monk, Nigel Pearson dan Arsene Wenger.

Sedangkan Eden Hazard, ini merupakan gelar pemain terbaik Liga Primer pertama dalam karirnya, tapi yang ketiga musim ini karena sebelumnya berhasil menjadi pemenang untuk versi PFA, dan pemenang pemain terbaik Liga Primer versi Footbal Writers Association Footballer of The Year. Gelandang Timnas Belgia itu memang bermain bagus sepanjang musim ini.

Dalam keberhasilannya memenangkan Gelar ini, Hazard mengalahkan pemain mentereng macam Fabregas, Nemanja Matic dan John Terry.

FIFA Tolak Temui Tim Transisi Bentukan Menpora

FIFA Tolak Temui Tim Transisi Bentukan MenporaFIFA Tolak Temui Tim Transisi Bentukan Menpora

Dalam surat penolakannya itu, FIFA juga kembali menegaskan sanksi yang sedang membayangi Sepakbola Indonesia jika kisruh tak kunjung mereda hingga tanggal 29 Mei 2015 mendatang.

Kemenpora memang telah membentuk tim transisi untuk menggantikan peran dari PSSI sebagai Induk Sepakbola Nasional beberapa waktu lalu, dimana tugas pertama Tim Transisi tersebut adalah menghadap ke FIFA untuk menjelaskan kisruh sepakbola yang sedang menimpa Indonesia, dan alasan pembekuan yang dilakukan Menpora terhadap PSSI, sehingga berujung pada terhentinya kompetisi sepakbola Nasional.

Menpora Imam Nahrawi telah memerintahkan lima orang perwakilan tim Transisi untuk bertemu dengan FIFA terkait tugas tersebut, tapi sayangnya FIFA melalui Sekjen, Jerome Valcke menolak untuk bertemu dengan Tim Transisi bentukan Menpora.

“Dalam hal isi surat anda, kami telah mengingatkan bahwa korespondensi kami kepada PSSI tertanggal 4 Mei 2015, memberitahukan PSSI bahwa semua tindakan yang ditempuh oleh Kementrian (Beserta badannya) membuat PSSI telah melanggar statua FIFA pasal 13 ayat 17, yang harus segera mereka selesaikan sebelum tanggal 29 Mei 2015”

“Jika gagal dalam menuntaskan masalah ini bisa menyebabkan FIFA mempertimbangkan sanksi dalam waktu cepat” Demikian isi surat Resmi FIFA seperti kami lansir dari Goal Indonesia.

Menurut informasi yang kami dapatkan, Surat ini telah disampaikan kepada PSSI dan AFC, dimana kopian dari surat ini sudah menyebar luar di Media sosial, dan juga sudah disampaikan oleh pihak PSSI melalui Sekjen Azwan Karim.

Carlo Ancelotti Enggan Kritik Performa Cristiano Ronaldo Musim Ini

Carlo Ancelotti Enggan Kritik Performa Cristiano Ronaldo Musim Ini

Selain menyebut Cristiano Ronaldo adalah yang terbaik di Real Madrid, Don Carletto juga berbicara soal kemungkinan transfer paul Pogba yang selama ini disebut-sebut sebagai incaran Los Blancos.

Cristiano Ronaldo memang menjadi salah satu sasaran kritik publik sepakbola menyusul nol gelar yang dialami Real Madrid musim ini. Seperti diketahui, Los Blancos tersingkir dalam perburuan dua titel major domestik, dimana mereka disingkirkan oleh atletico Madrid di babak perempat final Copa Del Rey, sementara itu pada ajang Liga Champions Eropa, Los Blancos disingkirkan Juventus di babak semifinal. Di ajang La Liga, mereka dipastikan gagal menjadi juara setelah Barcelona menyegel titel berkat kemenangan tipis di Vicente Calderon.

Namun, pelatih Carlo Ancelotti enggan menyalahkan bintang Portugal itu dalam kegagalan Real Madrid musim ini.

“Cristiano Ronaldo sudah mencapai level dimana orang-orang sampai tidak tahu sudah berapa gol yang berhasil dia cetak. Saya sendiri sudah lupa dengan jumlah gol yang ia ciptakan sejauh ini. Dia melakukan yang terbaik bagi kami musim ini, Ronaldo juga tidak bisa terus dituntut lebih setelah apa yang dia lakukan musim ini” Ujar Ancelotti kepada Pers.

Lebih lanjut, peramu taktik asal Italia itu berbicara tentang Paul Pogba yang belakangan memang santer dikaitkan dengan Real Madrid.

“Pogba merupakan pemain yang hebat, masih muda, dan memiliki masa depan yang cerah. Dia tentu akan menjadi tambahan yang bagus untuk Real Madrid karena dia akan cocok bermain di semua tim. Dia merupakan salah satu pemain muda terbaik di Eropa saat ini” Pungkas sang pelatih.

Ancelotti Masih Yakin Real Madrid Tidak Akan Mendepaknya

Ancelotti Masih Yakin Real Madrid Tidak Akan Mendepaknya

Berdasarkan Firasatnya, Peramu taktik asal Italia ini merasa yakin bahwa Real Madrid tetap akan menggunakan jasa nya musim depan, namun tentu akan ada evaluasi menyusul kegagalan musim ini.

Real Madrid memang sedang diterpa gonjang-ganjing status para pemainnya, Los Blancos bisa saja mendepak para pemain bintang mereka bahkan sampai pelatih Carlo Ancelotti, menyusul fakta bahwa klub tidak mendapatkan gelar apapun musim ini. Carlo Ancelotti diyakini oleh berbagai pihak akan menjadi korban kegagalan Real Madrid, pelatih asal Italia itu diprediksi akan didepak oleh pihak klub, untuk kemudian digantikan oleh pelatih handal lainnya.

Sejumlah nama macam Rafael Benitez, Jurgen Klopp, dan beberapa nama lagi diyakini akan menangani Los blancos musim depan. Meski sampai saat ini tidak ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, namun kabar itu tetap saja berendus keras di kalangan media-media Eropa.

Carlo Ancelotti sendiri memiliki harapan pihak Real Madrid tetap menggunakan jasanya, dia juga memiliki firasat tidak akan didepak Los Blancos pada musim panas mendatang. Meski demikian, Ancelotti tetap mengakui bahwa pihak klub akan tetap mengevaluasi segala hal guna menghindari kegagalan yang sama musim depan.

“Pada minggu atau senin nanti, kita akan mengadakan sebuah pertemuan untuk membahas apa yang akan terjadi di musim depan, baik itu tentang masa depan saya, ataupun masa depan para pemain. Firasat saya mengatakan bahwa saya akan tetap di sini, klub ini sedang melakukan evaluasi, dan itu merupakan hal yang normal. Saya suka dengan klub ini, dengan para pemain-pemain di sini, dan saya suka dengan kota Madrid” Ungkap Ancelotti kepada Reporter setempat.

Sejarah Banyaknya Cidera Daniel Sturridge

Sejarah Banyaknya Cidera Daniel Sturridge

Lini depan Liverpool akan semakin mandul. Pasalnya, setelah kepergian Luis Suarez, ke Bacelona pada musim lalu, Liverpool kini telah kehilangan salah satu bomber terbaik mereka Daniel Sturridge yang mengalami cedera panggul cukup parah. Cedera tersebut didapat Sturridge usai laga pekan ke-30 Liga Premier Inggris kontra tim asal kota Manchester, Manchester United yang berlangsung di Anfield Stadium.

Daniel Sturridge dikabarkan meninggalkan stadion dengan terpincang-pincang pada akhir laga. Hal itu tentu menjadi mimpi buruk bagi Sturridge. Sebab, cedera tersebut akan membuatnya Sturridge absen cukup lama bersama Liverpool dan tim nasional Inggris dalam sejumlah laga beberapa pekan ke depan. Padahal, Sturridge merupakan salah satu bomber haus gol yang diandalkan diandalkan oleh Liverpool maupun skuad The Three Lions, Inggris yang akan melakoni laga kualifikasi Piala Eropa kontra Lithuania dan pertandingan persahabatan melawan Italia. Cedera panggul merupakan hal yang baru dialami Sturridge. Sebelumnya, pemain 25 tahun itu terpaksa menepi karena mengalami masalah pada pahanya.

Dengan cedera yang dialaminya, Sturridge terpaksa harus menjalani operasi intensif di Amerika Serikat yang membuat kesempatan bermainnya musim ini menjadi sangat terbatas. Bintang Inggis itu pun harus menjalani oerasi tengah pekan lalu. Operasi berjalan selama empat jam dengan melibatkan salah satu spesialis terbaik di negeri Paman Sam. Untungnya operasi ini berjalan dengan lancar. Lewat akun instagramnya, Sturridge memberitahukan kabar gembira ini. Pemain berusia 25 tahun itu berujar, “saya menjalani operasi dengan sukses. Terima kasih kepada Tuhan karena telah memberi kelancaran dalam operasi ini.” Namun, pasca operasi, Sturridge harus beristirahat kurang lebih empat bulan dan menjalani latihan intensif sebelum akhirnya bisa benar-benar siap membela The Reds maupun Timnas Inggris kembali. Secara keseluruhan, Sturridge harus meninggalkan lapangan hijau hingga setengah tahun lamanya.

Seperti yang diketahui, cedera menjadi momok menakutkan bagi pemain asli Inggris ini, Cedera yang dialami Sturridge kali ini merupakan yang ke-15 kalinya sejak dibeli oleh The Reds pada Februari 2013 silam, Bagian paha adalah yang paling banyak menymbangkan angka cedera bagi Sturridge. Pemain yang juga akrab disapa Studge ini dua kali menepi dari lapangan hijau akibat mendapat masalah pada pangkal pahanya. Menurut data sebanyak sembilan kali pangkal pahanya mengalami cedera yang membuatnya harus absen lama. Setelah dua kali di Februari 2013, pangkal pahanya berturut-turut mengelami cedera pada Maret, September dan November 2013. Kemudian sempat lama bermain, tapi kembali kambuh pada Juni, September, November 2014, serta Maret 2015 ini.

Sturridge mendapat dukungan dari berbagai pihak mengenai beberapa cedera yang di alaminya. Salah satunya dari sang manajer Liverpool, Brandon Rodgers. Sang arsitek berharap bisa menemukan akar masalah dari cedera-cedera yang dialami oleh Sturridge, agar sang striker dapat kembali menemukan performa terbaiknya setelah sembuh nanti.

Fabregas Dapat Kartu Merah, Mourinho Menilai Wasit Tak Adil

Fabregas Dapat Kartu Merah, Mourinho Menilai Wasit Tak Adil

Dalam pertandingan Chelsea melawan West Bromwich Cesc Fabregas dikenai kartu merah oleh wasit akibat tindakannya menendang bola hingga mengenai kepala salah satu anggota tim lawan di markas West Bromwich. Jose Mourinho yang merupakan manajer Chelsea menilai tindakan wasit tersebut kurang pantas, tak seharusnya wasit memberi kartu merah kepada Fabregas. Akibat dari keluarnya Fabregas dalam tim skor menjadi tidak berimbang dan sampai akhir dimenangkan oleh West Bromwich dengan perolehan angka 3-0. gol pertama dicetak oleh pemain West Bromwich, Saido Berahino dengan gol cepat. Saat pertandingan belum ada setengah jam kemudian pemain Chelsea Fabregas diusir dari lapangan melalui kartu merah yang diberikan wasit.

Kartu merah itu sendiri diberikan wasit bukannya tanpa alasan. Pasalnya saat kedua tim bersitegang, Fabregas menendang bola hingga mengenai kepala Chris Brunt, salah satu pemain West Bromwich. Akibat tindakannya itu Fabregas diusir dengan kartu merah ditangan di lapangan The Hawtons. Akibat diusirnya Fabregas dari lapangan membuat West Bromwich unggul dalam hal jumlah pemain. Kesempatan emas tentu saja tak disia-siakan oleh pemain-pemain Bromwich. Usai turun minum, West Bromwich melanjutkan aksinya dengan membobol gawang Chelsea yang dijaga ketat oleh Thibaut Courtois. Brunt bisa mencetak gol saat memasuki menit ke 60. Gol yang dibuat olehnya melengkapi permainan Bromwich dengan skor 3-0.

Manajer Chelsea, melihat aksi wasit dalam memberikan kartu merah kepada pemainnya geram. Namun tak banyak yang bisa dilakukannya. Ia menilai bahwa tindakan Fabregas itu tidak melukai siapapun. Wasit tak seharusnya mengeluarkan kartu merah atas tindakan pemainnya itu. Ia mengakui bahwa Fabregas memang telah berbuat salah, namun kesalahannya tak seberat itu sampai harus dikenai kartu merah yang akhirnya memaksa Fabregas untuk turun dari lapangan. Ia menilai wasit tidak adil. Ia yakin dengan wasit yang berpengalaman dan memiliki kepribadian yang baik harusnya bisa membedakan pelanggaran mana yang perlu dikenai kartu merah. Pelanggaran Fabregas dinilai oleh Mourinho tidak seberat itu sampai harus mendapatkan hukuman yang tak adil buat pemainnya itu.

Dalam salah satu wawancaranya ia mengatakan bahwa daripada mengeluarkan kartu merah yang dinilai sangat tidak adil, seharusnya wasit menyelesaikan permasalahan tersebut hanya dengan kata-kata. Tetapi wasit malah memilih untuk mengeluarkan kartu merah dan ia sama sekali tidak menyetujui tindakan yang dilakukan wasit. Namun bagaimanapun bentuk protesnya, ia tak dapat membelokkan keputusan wasit sehingga membiarkan Fabregas turun dari lapangan. Akibat kejadian ini, Chelsea kekurangan jumlah anggota tim sehingga berujung pada kekalahan. Mourinho menyayangkan Fabregas turun dari lapangan. Seharusnya timnya bisa lebih kuat lagi bila Fabregas bisa ikut bergabung di lapangan bersama dengan timnya yang lain.

Arti Tepukan Tangan Ancelotti yang Berbuah Pahit

Arti Tepukan Tangan Ancelotti yang Berbuah Pahit

Siapa sangka sebuah tepuk tangan bisa mendatangkan malapetaka. Ya, kejadian itu terjadi pada pelatih Real Madrid saat ini, Carlo Ancelotti. Pelatih yang dikenal dengan sebutan Don Carlo tersebut harus menerima sanksi dari Federasi Sepakbola Spanyol karena tepukan tangannya. Mungkin bisa dibilang berlebihan karena itu hanya sebuah tepukan tangan. Namun apa mau dikata, nasi telah menjadi bubur dan pelatih asal Itali itu harus menerima keputusan Komisi Kompetisi Federasi Sepakbola Spanyol yang menjatuhkan hukuman padanya tidak boleh mendampingi timnya selama dua pertandingan. Yang artinya, Don Carlo tidak akan dapat mendampingi anak asuhnya di dua pertandingan akhir Real Madrid di La Liga melawan Espanyol atau pun Getafe.

Kejadian ini bermula saat Real Madrid berhadapan dengan Valencia di stadion kebanggaan mereka, Santiago Bernabue. Saat itu, El Real harus puas dengan hasil seri 2-2, yang membuat El Real harus tertinggal lebih jauh dari musuh bebuyutannya yaitu Barcelona yang duduk manis di puncak klasemen sementara La Liga. Saat itu, Ancelotti nampak tidak puas dengan Clos Gomes yang merupakan wasit pertandingan Real Madrid saat menjamu Valencia. Setelah pertandingan berakhir, Clos Gomes pun menjadi sasaran ketidakpuasan Don Carlo karena ia tidak puas dengan keputusannya. Kemudian, pelatih yang pernah melatih AC Milan dan Chelsea tersebut memberikan tepuk tangan yang akhirnya masuk kedalam catatan pertandingan yang dilaporkan oleh Clos Gomes.

Setelah dilakukan investigasi oleh komisi kompetisi yang bertanggung jawab di negeri matador tersebut, akhirnya Carlo Ancelotti pun dipastikan tidak akan mendampingi Real Madrid selama dua pertandingan. Mungkin ini akan menjadi berita buruk bagi punggawa Madrid yang saat ini tidak dalam kondisi terbaiknya setelah gagal menipiskan poin dengan Barcelona di La Liga dan gagal mendapatkan tiket final di Liga Champion. Dan saat ini mereka harus menerima kenyataan bahwa pelatih mereka tidak dapat mendampingi mereka di sisa pertandingan yang mereka harus jalani. Lalu, bagaimana tanggapan Ancelotti mengenai tepukan tangannya yang berbuah sanksi tersebut?

Melalui situs resmi Real Madrid, mengenai perilakunya di pertandingan melawan Valencia lalu, Don Carlo menjelaskan arti tepuk tangan yang ia lakukan. Tepuk tangan yang dia lakukan saat itu tidaklah dimaksudkan untuk mencela wasit Clos Gomes atau apa, melainkan ditujukan pada supporter El Real yang ada di stadion. Menurutnya, supporter yang ada disana saat itu telah membantu timnya dalam pertandingan melawan Valencia tersbut dan ia pun tergerak untuk memberikan tepuk tangan kepada seluruh supporter yang telah hadir untuk memberkan dukungan. Mengenai sanksi yang diberikan, dia pun tidak tahu kenapa federasi memberikan hukuman kepadanya dan kenapa saat itu wasit memikirkan sesuatu yang berbeda selain maksudnya tersebut.

Keberlangsungan Liga Spanyol Menyusul Penangguhan Pemogokan

Petisi yang bersinggungan dengan pemogokan pemain profesional di Spanyol berisi pernyataan yang menolak aksi tersebut. Pemogokan ini diinisiasi oleh Asosiasi Pemain Profesional Spanyol (AFE). Inisiasi berupa ancaman yang menyatakan rencana mogok. Rencana mogok tersebut akan dilakukan pada tanggal 16 Mei. Pemogokan ini merupakan cerminan ketidakpuasan pemain terhadap peraturan baru yang mengubah pengaturan semula dalam membagi izin penyiaran untuk stasiun televisi. Peraturan baru ini memang membuat semua pemain profesional merasa tidak senang. Dukungan untuk ancaman tersebut dinyatakan oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Dukungan terhadap ancaman ini sebenarnya datang dari kelompok kecil lainnya yang membuat situasi menjadi cukup mengkhawatirkan untuk keberlangsungan kompetisi.

Petisi penolakan pemogokan diajukan oleh kelompok lain yang peduli dengan progres La Liga. Kelompok yang mengajukan petisi adalah Liga Sepakbola Profesional (LFP). Proses pengajuan petisi ini cukup lancar sehingga penerimaan bisa diberikan dalam waktu singkat. Pertandingan akan tetap berlangsung sesuai jadwalnya karena petisi yang diajukan oleh LFP tersebut. Pengajuan permohonan penundaan ini merupakan usaha yang ditunjukkan oleh LFP sebagai bentuk penolakan atas keputusan yang diajukan dua kelompok besar lainnya. Bentuk penyelesaian dari masalah pemogokan dan perundang-undangan tersebut masih belum jelas, namun dua pertandingan yang menjadi akhir dari La Liga dapat dilaksanakan. Ini merupakan kabar gembira bagi semua pihak yang menantikan hasil akhir La Liga

Keputusan mengenai pemogokan diumumkan pada hari Selasa. Liga merupakan pihak yang paling diuntungkan dengan keputusan ini sehingga pihak pengadilan tinggi menciptakan sebuah syarat tambahan. Liga harus menyimpan uang jaminan sejumlah 5.7 juta dollar yang harus dilakukan pada jam 3 setelah pengumuman. Peluang ini tentu saja diambil oleh pihak liga dan hasilnya pertandingan bisa dilaksanakan. Pengadilan tinggi harus menangguhkan pemogokan tersebut karena bila dibiarkan terjadi akan terdapat konflik antar organisasi pemain yang sulit untuk diselesaikan. Dalam masa penangguhan ini akan ada berbagai upaya yang dikerahkan untuk mengetahui asal dari ide pemogokan tersebut.

Sebagai reaksi terhadap penangguhan pemogokan yang diberikan oleh pengadilan tinggi RFEF mengurungkan dukungannya untuk pemogokan yang awalnya diusung oleh AFE. Hal ini dilakukan hanya untuk memberikan peluang bagi setiap orang yang terlibat dalam La Liga sehingga dua pertandingan akhir dapat dilaksanakan dan La Liga berjalan tanpa hambatan hingga akhir. Tidak ada jaminan bahwa pemogokan dan dukungan tidak akan kembali berdatangan untuk ide AFE setelah La Liga berakhir. Perjalanan La Liga hanya tersisa dua minggu lagi. Pada pertandingan final tim yang akan bertarung adalah Barcelona dan Athletic Bilbao. Pertandingan ini merupakan salah satu hiburan yang cukup menarik karena jika pertandingan terakhir ini berhasil dimenangkan Barca secara otomatis akan membuat Barca menjadi juara.

Perkembangan Pemulihan Cedera Welbeck Memungkinkannya untuk Bermain Melawan MU

Perkembangan Pemulihan Cedera Welbeck Memungkinkannya untuk Bermain Melawan MU

Pada akhir pekan ini kita akan kembali melihat aksi Danny Welbeck di Old Trafford dalam menghadapi tim lamanya Manchester United. Cidera lutut yang dialami oleh pemain ini mulai membaik setelah menjalani proses penyembuhan selama berbulan-bulan. Kembalinya Danny Welbeck ke lapangan disambut baik oleh penggemar Arsenal karena ajang yang dinanti ini diharapkan akan memberikan tontonan seru. Ekspektasi ini sangat beralasan karena siapapun yang berhasil mengungguli pertandingan tersebut akan mendapatkan posisi paling dekat dengan Chelsea. Pertandingan antara MU dan Arsenal direncanakan akan berlangsung pada hari Minggu. Hasil sementara memisahkan MU dan Arsenal satu peringkat. MU di posisi empat dengan total nilai 68 sedangkan Arsenal berada di posisi 3 dengan total nilai 70.

Ekspektasi Arsenal untuk mengulangi sejarah kekalahannya 1-2 dalam pertemuan MU Arsenal di paruh musim diharapkan tidak akan terulang. Pertandingan ini diharapkan akan menjadi sebuah momen yang menarik dengan kembalinya Welbeck karena dia pernah menjadi penentu kemenangan The Gunners ketika bertanding melawan MU di ajang piala FA. Prestasi ini diharapkan akan terulang pada pertandingan di akhir pekan ini. Dengan perkembangan pemulihan yang dinilai baik, peluang Welbeck untuk ikut berkontribusi dalam pertandingan tersebut cukup besar. Ini bersesuaian dengan prediksi Wenger yang menyatakan bahwa dia tetap akan bermain pada musim ini karena cideranya dinilai cukup ringan. Walaupun waktu pemulihan dianggap singkat dia diyakini akan ada dalam jajaran kekuatan Arsenal

Welbeck telah melewatkan dua pertandingan sejak cidera lututnya. Salah satunya adalah pertandingan yang memberikan hasil mengejutkan yaitu kekalahan terhadap Swansea. Welbeck tampak tidak ingin ketinggalan pada pertandingan yang akan menjadi penentu posisi otomatis tim dalam Liga Champion di musim yang akan datang. MU tampak optimis dan merasa mampu mengatasi Arsenal pada pertandingan yang akan datang. Arsenal juga menunjukkan kepercayaan diri serupa. Tidak ada tim yang ingin berada di posisi keempat karena mereka harus menjalani babak play-off yang mungkin menyulitkan. Welbeck berkali-kali dihadapkan pada situasi yang memberikan motivasi tinggi pada pemain. Welbeck memiliki motivasi besar untuk mengerahkan segala kemampuannya dalam pertandingan ini.

Situasi cidera mungkin tidak akan memungkinkan Welbeck untuk bermain full-time. Namun kehadirannya sudah cukup menghawatirkan bagi MU. Akan sangat menarik untuk menyaksikan antisipasi MU terhadap kehadiran Welbeck di pertandingan ini. Tentu saja rumor mengenai kehadiran Welbeck masih simpang siur. Pengamatan langsung pada kondisi kesehatan Welbeck tampak tidak menjanjikan, namun tidak semua orang sepakat dengan kemungkinan dia akan dimainkan. Tidak ada informasi yang jelas mengenai peluang Welbeck untuk mencapai kondisi layak tanding. Ada atau tidaknya Welbeck di dalam tim tidak akan mempengaruhi ketegangan yang akan dialami oleh masing-masing dan pendukungnya.