Dukungan Penuh “El Pistolero” Suarez di Barcelona

Dukungan Penuh "El Pistolero" Suarez di Barcelona

Suarez bisa dibilang pemain baru untuk tim Barcelona. Pemain ini adalah pemain yang lumayan nakal dan kontroversial karena perilaku dia yang bisa dibilang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. Itu mungkin saja terjadi karena faktor keisengan yang berlebihan atau sejenisnya. Terlepas dari semua hal negatif yang menerpa dirinya, pemain asal Uruguay ini bisa dibilang sangat bisa beradaptasi dan juga sangat profesional dalam karirnya. Itu terlihat dari jumlah gol yang diciptakan oleh dia sebelumnya di Premier League. Dia juga dinobatkan menjadi pencetak gol terbanyak di liga itu. Meskipun demikian tetap saja banyak kritik yang mendesakknya.

Kritik tajam datang ketika dia ternyata tidak bisa mencetak satupun gol hingga pertandingan ke sembilanya di Azulgrana. Padahal seperti yang kita ketahui, dia adalah striker atau penyerang. Seorang penyerang bisa dikatakan berhasil ketika dia bisa mencetak beberapa gol yang menguntungkann bagi timnya. Akan tetapi Suarez sepertinya gagal menjadi penyerang yang ideal hingga di pertandingan yang ke sembilan dia pun akhirnya mendapatkan golnya yang pertama. Hal seperti itu sebenarnya patut dipertanyakan mengapa dia bisa menjadi tidak berdaya seperti itu.

Ketidak berdayaannya bisa jadi terletak pada koordinasi tim yang tidak terlalu kuat. Seperti yang diketahui, Suarez baru saja pindah ke Barcelona. Dengan orang-orang yang baru beserta level permainan dan cara permainan yang berbeda semua itu membuat dia bingung dalam menjalankan perannya sebagai penyerang. Terlebih lagi ada Messi dan Neymar yang merupakan pemain kelas atas dari Barcelona yang ikut menyerang bersama Suarez. Tentu saja dia pasti mengalami kondisi mental yang campur aduk saat itu. Dan tentu saja itu mengakibatkan dia tidak bisa mengeluarkan performa yang terhebat miliknya.
Keadaan sepertinya sudah mulai berubah ketika masuk ke pertandingan 9 dan seterusnya di Liga Spanyol. Sudah ada total 19 gol dibuat; 11 di Liga Spanyol, 2 di Copa del Rey dan 6 lainnya dibuat di Liga Champions. Ketika sudah mendapatkan ritme yang sesuai bersama dengan timnya, dia bisa mencetak gol dan memulai karir manis dia bersama Barcelona. Meskipun dia sudah mendapatkan banyak penggemar dan juga dukungan, Suarez tetap tidak menyombongkan diri.

Dia mengakui bahwa semua yang dilakukan atau hasil yang didapatkan itu karena kerja keras dari keseluruhan tim. Terlebih lagi, dia tidak mengincar gol untuk kepentingannya sendiri tapi untuk kepentingan tim. Dia juga tidak peduli siapa yang mencetak gol selama timnya bisa memenangkan pertandingan. Kehadirannya di Camp Nou sepertinya pertanda baik untuk tim karena mereka bisa mendapatkan peluang untuk maju ke semifinal Liga Champions dan secara tidak langsung juga berpeluang untuk masuk ke final.

Ancelotti Pennyebab Cedera Parah Modric ???

Ancelotti Pennyebab Cedera Parah Modric ???

Luka Modric adalah pemain Real Madrid asal Kroasia yang mempunyai talenta hebat ketika sudah masuk dalam lapangan. Kemampuannya yang hebat membuat lawan biasanya kebingungan dan mengalami kekalahan. Sebagai pemain tengah, dia juga bisa terkadang bermain di sayap. Hal itulah yang membuat dia mempunyai beberapa peluang bagus untuk menjadi bantuan striker atau penyerang dalam satu timnya.

Luka Modric yang mempunyai nomor punggung 10 ini sudah lama sekali tidak terlihat di lapangan di musim ini. Itu karena cidera lututnya yang bisa dibilang lumayan parah dan itu berarti dia tidak mudah disembuhkan.
Cidera ini bukan tanpa sebab. Setelah memperjuangkan kemenangan timnya melawan Malaga, dia terpaksa harus menjalani perawatan lagi setelah berhadapan dengan Recio.

Seperti yang diketahui, dia baru saja main beberapa kali kali di ajang La-Liga ini dan dia harus melakukan perawatan lagi. Sejak November hingga Maret, dia mengalami cidera lutut yang sama dan butuh waktu yang lama untuk memulihkannya. Akan tetapi dia terlihat merumput melawan Malaga. Memang jangka waktu 4-5 bulan yang disediakan untuk dia istirahat bisa terlihat lebih dari cukup. Akan tetapi itu justru sebaliknya.

Lutut kanannya itu sejatinya seharusnya masih dalam tahap penyembuhan hingga beberapa minggu kemudian karena adanya persendian yang sedang membuat jaringan baru dan memperkuatnya di lututnya. Akan tetapi, Ancelotti pelatih dari Real Madrid tidak memberi kesempatan Modric untuk beristirahat lebih lama. Hasilnya adalah sangat mengecewakan. Modric divonis untuk tidak mengikuti pertandingan lagi hingga 4 – 6 minggu kemudian. Jika sampai 6 minggu Modric belum sembuh juga, ada kemungkinan dia tidak bisa berjuang bersama timnya di La-Liga 2014 2015 ini.

Memang mungkin bagi dia untuk ikut bermain lagi bersama timnya di musim ini juga. Akan tetapi Los Blancos harus memastikan lolos ke final Liga Champions 6 Juni mendatang. Tentu saja itu bukan tugas yang mudah dari sebuah tim apalagi dengan tidak adanya Modric – pemain yang hebat, cekatan, dan kuat. Dokter timnas Kroasia yang sangat peduli dengan masalah Modric ini menyatakan bahwa kesalahan semua terletak pada pelatih – Ancelotti.

Ancelotti membuat Modric bermain secara penuh di lapangan selama 90 menit. Hal itu tentu sangat lama sekali apalagi mengetahui bahwa Modric sedang cidera sangat parah yang bisa menghambat dan bahkan menghentikan karirnya. Keputusan Ancelotti kali ini memang bisa dibilang gegabah karena Modric tidak bisa mengikuti pertandingan yang ada di bulan ini. Jika harus dipaksakan lagi, maka bisa dipastikan cideranya tidak akan pernah sembuh dan akan bertambah parah saja. Jika terpaksa dia tidak bisa melanjutkan perjuangannya, maka dia akan terhenti dengan satu gol dan 25 permainan saja.

Messi Semakin tak Terkalahkan

Messi Semakin tak Terkalahkan

Lionel Messi atau yang biasa disebut sebagai Messi saja adalah pemain bola asal Argentina yang sekarang memperkuat Barcelona FC sekaligus tim nasional Argentina. Tidak hanya sebagai pemain, dia juga berperan sebagai kapten yang suka menyerang. Itu karena posisinya di bagian depan dari formasi timnya. Seperti yang kita ketahui, bermain sepak bola pasti identik dengan namanya gol. Prestasi pemain juga ditentukan berdasarkan gol yang sudah dicetak atau dibuat selama karir profesionalnya. Gol yang dihitung tidak hanya berdasarkan satu pertandingan penting saja, tapi melibatkan semua gol yang berpengaruh pada karirnya secara langsung.

Sebagai seorang pemain depan, La Pulga pasti mempunyai peluang yang sangat banyak untuk mencetak gol. Dan itu dibuktikan dengan prestasi dia yang sudah mencetak ratusan gol sepanjang karir dia selama ini. Ada banyak penghargaan juga yang menghiasi namanya yang membuat namanya semakin melambung. Ada hal yang perlu diketahui bahwa setiap pemain depan sebenarnya mempunyai kesempatan yang adil untuk mendapatkan gol atau menjadi assist bagi teman satu timnya. Akan tetapi tidak semuanya memahami dan memanfaatkan kesempatan yang ada ketika pertandingan. Ada masalah seperti kesehatan, psikologis, depresi dan sebagainya yang membuat performa pemain menurun apalagi ketika mereka menghadapi lawan yang berat.

Akan tetapi Lionel Messi terlihat tidak gentar dengan semua itu. El Messiah tetap percaya diri memperkuat timnya secara keseluruhan berhubung dia kapten. Hal itu bisa dibuktikan dengan gol dari awal dia masuk ke Azulgrana. Secara keseluruhan dia sudah mencetak 400 gol dan itu prestasi yang sangat gemilang. Bayangkan saja dari banyak pertandingan yang sekitar 471, dia bisa dengan profesionalnya mencetak 400 gol. Jika dibagi, maka kita bisa mendapatkan nilai sebesar 0.8 gol setiap pertadingan. Kedepannya bukan tidak mungkin jika rekornya akan semakin berkembang yang berarti dia juga semakin tidak terkejar oleh pemain lain.

Prestasi La Pulga ini dicatat sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Barcelona melampaui pemain legendaris bernama Paulino Alcantara. Dia dulu juga bermain di Camp Nou hingga kematiannya di tahun 1964. Hal ini berarti Lionel Messi akan menjadi legenda baru dan sekaligus sejarah baru bagi Barcelona sendiri.

Kemampuan Si Kutu yang seperti ini sepertinya tidak terlepas dari bakat asli Messi dan juga kondisi sekarang ini yang merupakan puncak atau klimaks. Memang ada kemungkinan untuk ada penurunan dan juga peningkatan. Apapun itu, prestasi yang dimiliki Lionel Messi sekarang ini tidak terkalahkan dan meskipun bisa, akan sangat sulit sekali mengejarnya. Kejadian seperti ini hanya akan menjadi legenda saja. Oleh karena itu, pelatih tim Blaugrana, Martinez menyatakan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang.

Pengalaman Luar Biasa Baru Luis Suarez Barcelona

Pengalaman Luar Biasa Baru Luis Suarez Barcelona

Luis Suarez pada dasarnya adalah sesorang penyerang yang sangat tangguh, agresif, dan kuat. Itu bisa dilihat dari dua hal yang pertama adalah posisinya sebagai penyerang dan dilihat dari hasil tendangannya yang mengerikan. Semua hal yang didapatkan dari pelatihannya di Ajax dulu ini membuatnya dia bisa berpindah ke tim Barcelona dan satu tim bersama Messi dan Neymar. Tidak hanya sangat kuat, Suarez juga terkenal dengan kecepatannya sehingga dia bisa bermain dari luar. Dia bermain seperti itu tanpa kehabisan banyak tenaga dan itu sangatlah hebat.

Meskipun dia mempunyai kemampuan sepak bola yang sangat mengagumkan, dia belum memiliki hubungan erat dengan pemain lainnya terutaama Messi dan Neymar karena mereka bisa dibilang lebih senior. Hal inilah yang menjadi masalah ketika dalam suatu pertandingan karena tidak ada harmoni yang tercipta di antara mereka. Meskipun sudah beberapa kali melakukan latihan bersama, tetap saja masih ada yang kurang untuk menyatukan mereka secara emosional. Permainan yang mereka lakukan jika hal ini terus terjadi maka bisa jadi bom bunuh diri bagi keseluruhan tim.

Saat pertandingan awalnya bersama Azulgrana, khususnya dengan Messi dan Neymar, dia terlihat berusaha ekstra keras. Dia seolah-olah masih menyerang sendiri walaupun kerja sama tim-nya tidak bisa dibilang jelek. Tapi yang jelas, dia membutuhkan dukungan moral dari teman-teman satu timnya untuk segera menyatu dengan secara emosional dengan pemain lain khususnya yang sama-sama pemain depan juga. Seperti yang kita ketahui Suarez adalah pemain yang sangat berpengalaman dan profesional. Tapi entah kenapa dia masih sedikit mengalami shock atau kaget ketika satu tim bersama pemain sekelas Messi dan Neymar. Padahal pada dasarnya mereka tidak terpaut terlalu jauh satu sama lain.

Untungnya mereka (Messi dan Neymar) mengerti akan hal ini dan menyarankan supaya Suarez bermain seperti biasa dan profesional saja. Mungkin benar Suarez ini hanya grogi ketika bermain karena dia sekarang disandingkan dengan pemain yang sangat hebat. Akan tetapi bukan berarti Suarez harus tertekan secara batin karena bermain di tim asuhan Martinez ini.

Trik lumayan jitu yang dilakukan oleh Saurez dan kedua pemain jempolan itu adalah menghabiskan waktu berkualitas baik di lapangan maupun di luar. Dengan mengakrabkan diri seperti itu, hubungan mereka bertambah erat baik secara profesional maupun secara emosional. Itu adalah hal yang benar-benar diinginkan dari tim sepak bola karena kerja sama tim yang dijalin dengan hubungan emosional yang mendalam bisa memperkuat tim secara keseluruhan. Setelah sering kumpul dan bermain bersama, mantan pemain Liverpool tersebut sudah tidak terlihat canggung lagi bermain di lapangan. Dia juga mengakuinya dengan mengatakan semakin oke saja baik di lapangan maupun bukan.

Wayne Rooney Memuji Dua Anggota Muda MU

Wayne Rooney Memuji Dua Anggota Muda MU

MU atau yang biasa disapa The Red Devils ini merupakan salah satu klub yang cukup ditakuti di kancah persebakbolaan dunia. Selain memiliki pemain-pemain handal, Setan Merah ini juga memiliki strategi dan juga taktik yang sangat mumpuni untuk menghantarkan MU selalu menjadi yang terdepan. Namun, beberapa waktu lalu MU sempat dikalahkan oleh Chelsea dan tentu saja itu bukanlah hal yang terlalu buruk. Malah hal tersebut dijadikan sebuah momentum yang tepat bagi The Red Devils untuk memperlihatkan dua orang punggawa baru MU yang bahkan mencuri perhatian dari kapten tim yaitu Wayne Rooney atau yang biasa disapa Rooney. Anda pasti penasaran siapa sih dua pemain muda baru yang dimiliki MU tersebut?

Performa yang baik itu ditunjukkan oleh dua orang pemain muda Luke Shaw dan Paddy McNair yang masing-masing berusia sembilan bekas tahun (19). Tentu saja usia tersebut merupakan usia yang masih terbilang cukup muda dan juga usia dimana tubuh masih dalam tahap berkembang. Kedua pemain muda tersebut masuk kedalam starting XI pada minggu 19 april lalu. Setelah beberapa pemain The Red Devils ini mengalami cedera Shaw akhirnya bermain pada posisi aslinya yaitu bek kiri. Untuk menggantikan Daley Blind. Sedangkan McNair mengisi posisi bek tengah sebelah kiri yang biasanya diisi oleh Marcus Rojo atau Phil jones. Permainan kedua punggawa muda ini pada saat melawan Chelsea sungguh sangat mengagumkan dan juga briliant.

Dua pemain muda ini tentu akan membuat The Red Devils jauh lebih kuat dan juga memiliki pertahanan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan tentu saja ini membuat MU menjadi sebuah tim yang semakin sulit untuk ditembus oleh sikulit bundar. Kehadiran dua bek muda ini juga tidak luput dari perhatian Wayne Rooney selaku kapten dari tim ini. Rooney berkata merupakan suatu hal yang baik kalah pada saat melawan Chelsea beberapa waktu lalu. Hal itu dikarenakan meskipun kalah namun hal itu justru membuat MU mengetahui kapasitas pemain muda baru mereka yang briliant dan juga mengagumkan. Dan tentunya ini membuat Setan Merah menjadi tim yang jauh lebih kuat.

Pada saat bertanding melawan The Blues beberapa waktu lalu. Shaw tidak hanya membantu menjaga bagian belakang MU sebagai seorang bek kiri. Namun, ternyata Shaw juga membantu Setan Merah dalam melancarkan serangan terhadap Si Biru. Shaw terlihat beberapa kali memberikan tusukan ke sisi kanan Chelsea dan juga terlihat beberapa kali melakukan umpan silang pada kotak penalti Chelsea. Tentu saja hal tersebut cukup untuk membuat seorang Rooney berdecak kagum, karena menurut Rooney sendiri itu adalah merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan.

Berbeda dengan Shaw. McNair tampil cukup solid dan juga memberikan permainan yang cukup apik untuk membuat The Blues cukup kesulitan. McNair sendiri menorehkan dua attempts yang tentu saja membuat seorang Rooney juga berdecak kagum. Kepada MUTV Rooney berkata ” Mereka tampil sangat istimewa “. Dan tentu nya saat ini MU masih menjadi setan yang sangat ditakuti oleh para lawan yang akan menghadapinya. Apalagi ditambah kehadiran duo yang menjaga bagian belakang dan menjadi pusat pertahanan MU yang baik yang tentu saja akan semakin sulit untuk ditembus oleh lawan dan juga si kulit bundar.

Kembali Menang City Siap Bersihkan Lawan di Laga Sisa

Kembali Menang City Siap Bersihkan Lawan di Laga Sisa

Manchester City adalah salah satu klub yang cukup dipandang dan juga ditakuti. The Citizens sendiri merupakan the Arch Enemy atau musuh bebuyutan dari si Setan Merah atau lebih dikenal dengan the Red Devils Manchester United. Perseteruan kedua tim ini sudah berlangsung sangat lama dan tentu saja kedua kubu sangat mengetahui apa penyebabnya. Setelah sempat dikalahkan oleh MU beberapa waktu lalu. Kini City sudah siap untuk bangkit kembali. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan yang didapatkan City pada laga beberapa waktu yang lalu ketika menjamu West Ham United. Momentum ini dipergunakan The Citizens sebagai sebuah hal yang bagus untuk menyapu bersih para lawan yang tersisa di musim ini.

Kubu Pellegrini berharap dapat melakukan pembersihan terhadap lawan-lawan yang akan dihadapinya pada pertandingan berikutnya. Hal ini dilakukan agar City dapat memperoleh poin penuh seperti ketika melawan West Ham United pada pekan lalu. Tidak hanya City yang bertekad dan kembali bersemangat setelah kembali menang pada laga pekan lalu. Namun, para Citizens juga menjadi sangat ambisius dan juga menjadi lebih bersemangat dalam mendukung tim kesayangan mereka tersebut. Setelah kalah telak oleh MU beberapa waktu lalu hal tersebut mungkin menjadi sebuah pemicu yang sangat berguna untuk membangkitkan semangat para pemain Manchester City.

Setelah mendapatkan poin penuh setelah mengalahkan West Ham United dengan Sergio Aguero sebagai sang eksekutor dan satu lagi gol bunuh diri dari pemain West Ham United James Collins. Saat ini kubu Pellegrini berfokus untuk mengejar ketertinggalannya dengan MU yang terpaut tidak terlalu jauh maka dari itu City berniat untuk melesat pada laga yang tersisa. Kemenangan yang didapatkan City saat melawan West Ham United juga mengakhiri tren buruk yang terjadi terhadap tim yang berseragam biru tersebut, karena memang beberapa waktu terakhir The Citizens memiliki performa yang tidak begitu baik. Setelah kembali menang kini City berniat untuk menunjukkan taringnya kepada para lawan yang akan dihadapi pada laga-laga yang tersisa.

Setelah mendapatkan tiga poin setelah mengalahkan West Ham pekan lalu. City tetap dalam posisi aman yaitu empat besar. Namun, tidak dipungkiri bila MU masih tetap unggul. Dan tentu saja hal itu juga merupakan sebuah motivasi untuk City membersihkan para lawan yang akan mereka hadapi pada laga-laga yang tersisa. Dengan hanya selisih satu angka dengan The Red Devils tentu saja kubu Pellegrini sangat bersemangat untuk mengejar ketertinggalan mereka. Untuk sementara ini City masih bertengger di posisi ke empat klasemen dan kemungkinan besar The Citizens masih dapat melesat lebih jauh lagi.

Kemenangan atas West Ham United juga merupakan hal yang bagus untuk tim dengan seragam berwarna biru muda ini, karena setelah beberapa kali dikalahkan City sempat mendapatkan respon yang cukup jelek dan juga tekanan dari berbagai pihak. Dan tentu saja kemenangan atas West Ham pekan lalu membawa sebuah angin segar yang tentunya dapat membuat para pemain The Citizens menjadi jauh lebih santai dan juga dapat berpikir lebih jernih. Untuk mendapatkan kembali gelar juara maka dari itu kubu asuhan Manuel Pellegrini ini berniat untuk menyapu bersih para lawan yang tersisa pada beberapa laga terakhir di musim ini.

Sepakbola Yunani Terancam Disanksi FIFA dan UEFA

Sepakbola Yunani Terancam Disanksi FIFA dan UEFA

FIFA dan UEFA sebagai Induk tertinggi dalam dunia sepakbola menilai bahwa Pemerintah Yunani terlalu mencampuri urusan Sepakbola di Negara mereka yang harusnya bisa diselesaikan pihak Asosiasi Sepakbola itu sendiri.

Masalah sepakbola tidak hanya terjadi di Indonesia, di Eropa sana yang terkenal akan kemajuan pesat dalam bidang sepakbola pun juga ditimpa masalah hampir serupa. Tepatnya di Yunani, Pemerintah Setempat mengintervensi kinerja dari Asosiasi Sepakbola Yunani menyusul kerusuhan suporter yang terjadi dalam Derby Abadi antara Panathinaikos dan Olympiakos bulan Februari lalu. Bahkan, dalam pertandingan tersebut, para pendukung tim tuan rumah sempat melempari benda-benda keras ke arah para pemain tim tamu.

Tak tahan dengan kerusuhan yang kerap memakan korban ini, akhirnya pihak Pemerintah Yunani memberlakukan sanksi kepada setiap pertandingan sepakbola yang diwarnai kerusuhan dan berujung pada insiden kekerasan. Aturan baru berupa denda 10.000 hingga 25.000 Euro itu juga ditambah dengan wewenang pembatalan kegiatan sepakbola, dan melarang tim mereka ikut serta dalam kompetisi Eropa. Tapi, Pihak FIFA dan UEFA merasa bahwa ikut campurnya pemerintah Yunani sudah tidak bisa ditoleransi.

“Kami tidak memiliki pilihan lain selain merujuk pada peraturan FIFA dan UEFA untuk menjatihkan sanksi berupa penangguhan Federasi sepakbola Yunani” Demikian Rilis resmi FIFA dan UEFA seperti dilansir BBC.

Tapi salah seorang perwakilan pemerintah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti untuk menerapkan peraturan baru tersebut karena merasa bahwa FIFA dan UEFA sudah gagal menjalankan tugas mereka.

“Kami tidak akan mengubah aturan yang terdapat dalam perundangan olahraga kami, pengawasan terhadap Sepakbola Yunani yang dilakukan oleh FIFA dan UEFA sudah gagal” .

Adam Johnson di Seret ke Pengadilan Terkait Pelecehan Seksual

Adam Johnson di Seret ke Pengadilan Terkait Pelecehan Seksual

Winger berusia 27 tahun milik Sunderland itu diwajibkan hadir dalam proses hukum yang akan dilangsungkan pada tanggal 20 Mei mendatang di Peterlee Magistrates.

Adam Johnson, penggawa Sunderland FC ini kembali harus berurusan dengan hukum setempat terkait pelanggaran pelecehan seksual terhadap gadis dibawah umur yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Johnson sendiri diciduk pada awal bulan Maret kemarin atas tuduhan pelecehan seksual dengan seorang gadis berusia 15 tahun. Status Johnson sebagai pemain Sunderland sempat dibekukan sembari menunggu hasil penyelidikan pihak Kepolisian, namun setelahnya dia bebas dan tetap dimainkan The Black Cats dalam tiga pertandingan Liga Primer.

Namun, setelah menghadiri panggilan pihak Kepolisian Di County Durham kamis kemarin, 23 April 2015, Adam akan kembali menjadi tersangka dalam kasus ini dan digiring ke penagadilan pada tanggal 20 mei mendatang dengan tudingan mencabuli anak gadis dibawah umur.

“Menyusul penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Durham, haru ini saya mengotorisasi Tuduhan atas Adam Johnson dengan empat pelangaran Sexual Offences Act 2003. Pelanggaran tersebut diduga telah ia lakukan terhadap seorang gadis yang baru berusia 15 tahun. Tersangka diwajibkan hadir di Peterlee Magistrates pada tanggal 20 mei mendatang” Ujar Gerry Wareham selaku CPS Chief Crown Prosecutor Wilayah timur laut, seperti dilansir The Daily Mail.

Adam Johnson sendiri pernah bermain bagi Manchester City pada Periode 2010 hingga 2012, dia kemudian merapat ke Sunderland pada tahun 2012, dan sejauh ini sudah mengoleksi 20 gol bagi The Black Cats.

PSG Belum bisa Samai Level Barcelona, Madrid dan Bayern

PSG Belum bisa Samai Level Barcelona, Madrid dan Bayern

Legenda Manchester United, Paul Scholes kembali berpendapat soal nasib Paris saint-Germain di ajang Liga Champions Eropa yang dianggapnya belum maksimal.

Seperti diketahui, Paris Saint-Germain memang kalah superior dari Barcelona, hal tersebut terbukti dari hasil pertandingan di dua leg babak perempat final Liga Champions eropa musim ini. Pada leg pertama yang berlangsung di kandang sendiri, sang wakil Prancis dipermalukan Raksasa Catalan dengan skor akhir 1-3. Sedangkan, pada leg kedua yang berlangsung di Estadio Camp Nou, Barca kembali menghukum skuat asuhan Laurent Blanc itu dengan skor akhir 2-0.

Ini bukanlah kali pertama bagi PSG disingkirkan oleh Barcelona di ajang Liga Champions, musim lalu juga mereka mengalami nasib yang sama, bahkan semusim sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa PSG memang belum bisa menyamai level para raksasa Eropa macam Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen, begitu anggapan dari Paul Scholes dalam wawancara bersama ITV.

“PSG telah menunjukkan perkembangan mereka dari musim ke musim, keberhasilan mereka dalam menyingkirkan Chelsea dari babak perdelapan final kemarin telah menunjukkan perkembangan tersebut”

“Tapi, apakah mereka sudah berada dalam level yang sama dengan Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munchen? Well, saya rasa masih belum” Ujar Scholes kepada ITV.

Sejauh ini, Baru Bayern Munchen dan Barcelona yang berhasil mengamankan tiket ke semifinal, sedangkan Real Madrid baru akan bersiap berhadapan dengan Atletico di Leg kedua. Sementara itu, AS Monaco dan Juventus akan berjuang raih tiket ke empat besar.

Presiden AFC Ucapkan Selamat kepada La Nayla Mahmud

Presiden AFC Ucapkan Selamat kepada La Nayla Mahmud

Presiden Asian Football Confederation, atau AFC, Salman Bin Ebrahim Al Khalifa mengucapkan selamat kepada La Naylla Mahmud Mattaliti karena telah terpilih sebagai ketua umum PSSI yang baru.

PSSI memang telah menggelar kongres Luar Biasa beberapa waktu lalu untuk merombak kepengurusan mereka mulai dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Komite Eksekutif. Dari kongres Luar Biasa yang digelar 18 April Lalu tersebut, La Naylla Mahmud Mattaliti berhasil memenangkan jumlah suara dengan telak dan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI yang baru untuk periode 2015 hingga 2019 mendatang.

Akan tetapi masalahnya adalah, Eksistensi La Naylla sebagai Ketum PSSI yang baru sekarang masih belum mendapatkan legitimasi dari pihak pemerintah Indonesia, menyusul surat pembekuan yang dilayangkan Kemenpora belum lama, terkait surat peringatan yang sebelumnya tak diindahkan Induk Sepakbola Nasional tersebut. Dengan kata lain, segala aktifitas yang dilakukan PSSI termasuk perombakan kepengurusan sepenuhnya tak diakui oleh Pemerintah.

Namun sebaliknya, Pihak AFC melalui Presiden Salman bin Ebrahim Al Khalifa melalui suratnya per tanggal 20 April 2015 menyatakan dukungan kepada La Naylla.

“Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa anda akan melakukan kontribusi yang berharga bagi sepakbola di Indonesia. Sebagai Presiden AFC dan tentu saja sebagai perwakilan FIFA juga, saya meyakinkan anda bahwa AFC telah mendukung penuh usaha anda untuk meningkatkan potensi sesungguhnya permainan yang indah di Indonesia. Dimana sepakbola bukan sekedar olahraga, tapi gairah bagi jutaan orang” Demikian tulis Salman kepada La Naylla.