Kolombia Bantai Habis Bahrain di Laga Ujicoba

Kolombia Bantai Habis Bahrain di Laga Ujicoba

Walaupun bermain di Bahrain National Stadium menghadapi Tim Tuan Rumah Bahrain, Timnas Kolombia tetap mampu menunjukkan taring mereka dengan kemenangan telak atas tim tuan rumah. Tak tanggung-tanggung, pertandingan yang berlangsung Jum’at dinihari (27/03) itu berkesudahan dengan skor telak 0-6 kemenangan tim tamu Kolombia.

Tak perlu basa-basi, Kolombia langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru memasuki menit ke-14, adalah top skorer Sevilla musim ini, Carlos Bacca yang sukses manfaatkan umpan Radamel Falcao untuk membawa Kolombia unggul 0-1.

Tepat di menit ke-32, Timnas Kolombia langsung menggandakan keunggulan, kini giliran Radamel Falcao, penyerang pinjaman Manchester United tersebut melepaskan tendangan keras yang tak mampu dibendung oleh Sayed Jaffar, skor kini 0-2. Dan selang empat menit kemudian, Falcao kembali menghukum buruknya performa tuan rumah dengan memanfaatkan umpan dari Carlos Bacca, skor 0-3 .

Kedudukan tersebut bertahan hingga jeda, tapi bukan berarti gempuran kolombia sudah berakhir. Justru, pada babak kedua, tim asuhan Jose Pekerman ini semakin beringas, dan hasilnya adalah gol Adrian Ramos di menit ke-59. Pemain milik Borussia Dortmund tersebut berhasil manfaatkan umpan sepak pojok yang dieksekusi Fredy Guarin untuk membawa Kolombia unggul 0-4.

Dua puluh menit kemudian, giliran sepakan keras dari Johan Mojica yang tak bisa diantisipasi Jaffar, kolombia semakin menjauh 0-5. Gol penutup laga kemudian dicetak Andreas Renteria dengan memanfaatkan umpan cantik Mojica hanya delapan menit jelang laga usai. Kedudukan 0-6 akhiri laga ujicoba ini.

Martin Skrtel Heran Dengan Sanksi dari FA

Martin Skrtel Heran Dengan Sanksi dari FA

Bek andalan Liverpool FC, Martin Skrtel dipastikan absen dalam tiga pertandingan Domestik Liverpool terkait dengan sanksi yang diturunkan pihak FA menyusul injakan yang dilakukan Skrtel terhadap David De Gea dalam pertandingan Derby North West kontra Manchester United di Stadion Anfield, sepekan yang lalu.

Dalam situasi kemelut di depan gawang Manchester United, kiper asal Spanyol ini terlihat sengaja melayankan injakan tepat di wajah De Gea, keributan kecil antar De Gea dan Skrtel sempat terjadi, tapi wasit langsung mendinginkan suasana. Adapun insiden penginjakkan tersebut memang telah luput dari pengawasan wasit, akan tetapi pihak ofisial pertandingan telah menyaksikan tayangan ulangnya dan sepakat atas sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan.

Adapun pihak Liverpool sebenarnya telah mengajukan banding atas hukuman tersebut, namun pihak FA Menolak banding tersebut.

Terkait sanksi ini, Martin Skrtel mengaku heran dengan keputusan FA, pasalnya dia sama sekali tidak sengaja melakukan injakan tersebut kepada David De Gea.

“Sangat aneh karena kami sudah mengajukan banding agar diringankan hukumannya, tapi saya tetap dijatuhi hukuman larangan bermain. Saya sebenarnya tidak sengaja melakukan tidakan tersebut, itu murni karena kecelakaan. Saya rasa saya tidak bersalah, waktu itu saya sedang berusaha untuk mengejar bola lambung dan berbenturan dengan De Gea, sesederhana itu” Papar Skrtel lewat situs resmi pribadinya.

Adapun akibat hukuman tersebut, Liverpool dipaksa bermain tanpa Skrtel dalam pertandingan melawan Arsenal, Newcastle United dan pengulangan laga perempat final Piala FA melawan Blackburn Rovers.

Pique Sebut Musim ini Messi Mengalah Demi Luis Suarez

Pique Sebut Musim ini Messi Mengalah Demi Luis Suarez

Bek andalan Barcelona, Gerard Pique beberapa waktu yang lalu mengutarakan tanggapannya terkait peran seorang Lionel Messi yang musim ini lebih banyak memberikan assist ketimbang Mencetak gol bagi Los Catalan.

Performa Lionel Messi memang sedang melonjak sejak pergantian tahun kemarin, bahkan Messi yang sebelumnya tertinggal 13 gol dari Cristiano Ronaldo di daftar klasemen top skorer sementara kini berhasil menempati posisi puncak dengan total 32 gol. Tapi faktanya, Messi lebih banyak mencatatkan assist ketimbang gol, bahkan belum lama dia berhasil menjadi Top Skorer Assist sepanjang sejarah la Liga Spanyol.

Nah, terkait fakta tersebut, Pique beranggapan bahwa musim ini Messi mengalah dengan kehadiran penyerang anyar Luis Suarez agar striker Timnas Uruguay itu bisa beradaptasi cepat dengan lini serang barcelona.

“Messi tahu betul dengan sempurna bagaimana caranya membaca permainan seorang pemain, karena dia sangat merasa nyaman jika menguasai bola dan dia telah membuat seorang Luis Suarez memiliki kesempatan untuk bermain sebagai striker dengan posisi terbaiknya” Ujar Pique seperti dilansir situs resmi UEFA.

Barcelona sendiri saat ini masih duduk di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol dengan keunggulan empat poin dari Real Madrid. Kememangan yang diraih Los Catalan dalam laga derby El Clasico kemarin juga berkat kontribusi ciamik Messi yang mencatatkan assist atas gol Jeremy Mathieu di babak pertama.

Tapi bagaimanapun, faktanya Messi masih berada di puncak top skorer Barcelona untuk semua ajang musim ini, dia telah mencatatkan 43 gol dari 41 pertandingan.

Rooney Tak Tertarik Pecahkan Rekor Sir Bobby Charlton

Rooney Tak Tertarik Pecahkan Rekor Sir Bobby Charlton

Wayne Rooney, sang Kapten Manchester United itu memiliki peluang yang sangat besar untuk memperbaharui catatan rekornya di ajang Internasional Bersama Tim Nasional Inggris. Dalam hal ini adalah jumlah gol yang ia cetak sudah mendekati jumlah gol yang dicetak oleh salah satu legenda terbesar dalam sejarah Tim Nasional Inggris, Sir Bobby Charlton.

Tapi, dalam jumpa pers jelang bentrok melawan Lithuania di Wembley Stadion, Rooney mengaku sama sekali tak tertarik dengan rekor tersebut. Apa yang ada di benak sang kapten saat ini hanyalah memberikan kontribusi terbaik bagi The Three Lions di Setiap pertandingan ketimbang mencetak gol demi gol.

“Saya memang sedanjg dekat dengan rekor tersebut, dan tentu saja akan menjadi suatu hal yang luar biasa bagi saya jika berhasil memecahkan rekor yang ditorehkan legenda besar seperti Sir Bobby Charlton”

“Saya berharap suatu hari nanti hal itu bisa terwujud, cepat atau lambat. Tapi yang harus saya lakukan saat ini adalah tetap fokus pada apa yang harus saya lakukan dengan posisi yang saya mainkan, berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi Tim dan tentu saja saya berharap bisa mencetak gol juga” Papar Rooney.

Melawan Lithuania sebagai lanjutan babak kualifikasi Piala Euro 2016 bisa dijadikan lumbung bagi Rooney untuk melewati torehan gol sir Bobby Charlton.

Seperti yang kita tahu, sejauh ini Rooney telah mencatatkan 46 gol, perlu empat gol lagi untuk melampaui rekor tersebut. Well, akankah Wazza berhasil melampauinya?

Theo Walcott Bantah telah Perpanjang Kontrak di Arsenal

Theo Walcott Bantah telah Perpanjang Kontrak di Arsenal

Winger andalan Arsenal, Theo Walcott membantah kabar yang menyebutkan bahwa dirinya telah mendapatkan perpanjangan kontrak baru dari pihak Meriam London.

Sebagaimana berita yang beredar belakangan ini, Arsenal disebut-sebut sedang gencar memperpanjang kontrak sejumlah pemain penting mereka menyusul ketertarikan beberapa tim elit Eropa terhadap pemain-pemain tersebut tak terkecuali Theo Walcott. Bahkan, menurut informasi terakhir yang kami dapatkan, Walcott sedang menjadi incaran Liverpool, tim Marseyside diperkirakan bakal bergerak untuk menggaetnya pada bursa transfer musim panas mendatang.

Kabar itu kemudian hilang begitu saja seiring munculnya berita yang menyebutkan bahwa Walcott telah memperpanjang durasi kontrakya di Emirates Stadium. Tapi ternyata kabar perpanjangan kontrak itu hanya isapan jempol saja. Namun sang pemain tak mau ambil pusing, dia mengaku hanya fokus pada performa di atas lapangan dan memberikan yang terbaik bagi Arsenal.

“Tidak ada yang namanya pembicaraan tentang kontrak sekarang ini, fokus saya saat ini bukan pada kontrak baru tapi bagaimana saya bisa memberikan kontribusi terbaik bagi Arsenal. Saya biasanya tidak berkomentar tentang kabar yang salah di media, tapi kabar tentang keinginan saya mendapatkan kontrak baru serta perseteruan dengan manajer Arsene Wenger adalah berita bohong” Tegas Walcott lewat akun twitter pribadinya.

Walcott sejatinya telah menjadi bagian dari Arsenal sejak tahun 2005 silam, dia ditebus dari Southampton ketika itu dan sejauh ini telah mencatatkan 294 pertandingan dan mencetak 72 gol.

Gagal Di Liga Champions, Costa Salahkan Jadwal Padat

Gagal Di Liga Champions, Costa Salahkan Jadwal Padat

Kegagalan Chelsea di ajang Liga Champions Eropa sampai saat ini masih menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Wajar saja, skuat asuhan Jose Mourinho yang dijagokan sebagai satu-satunya wakil Inggris untuk melangkah ke babak perempat final lantaran hasil di Leg pertama yang cukup meyakinkan, justru harus tersingkir di kandang sendiri karena aturan gol tandang.

Jika ditanya siapa yang patut disalahkan atas kegagalan mereka, jelas semua pihak terkait, entah itu pemain ataupun pelatih. Namun tidak bagi Diego Costa, menurutnya jadwal padat di akhir tahun kemarin membuat Chelsea kehabisan tenaga sehingga tampil membley di ajang Liga Champions Eropa, dimana detail kecil akan menjadi penentu keberhasilan sebuah tim.

“Mungkin pemerasan tenaga ketika Natal akhirnya memunculkan dampak bagi kami. Bagaimana tidak? Kami memainkan tiga pertandingan dalam waktu tujuh hari, tapi itu bukanlah alasan untuk musim depan, kami akan melangkah lebih jauh lagi di ajang Liga Champions Eropa”

“Kami memiliki kualitas yang cukup untuk memainkan pertandingan berbeda, namun itu tak terjadi. Paris Saint-Germain memiliki tim yang hebat, dan bagaimanapun kami harus menerima hasil akhir ini kemudian mengucapkan selamat kepada mereka” Papar Costa kepada Marca.

Diego Costa sendiri saat ini sedang absen karena cedera yang ia dapatkan dalam pertandingan melawan Hull City akhir pekan kemarin. Cedera tersebut membuatnya harus melewatkan jeda Internasional bersama dengan Tim Nasional Spanyol.

Ibra Tegaskan Betah Tinggal di Prancis

Ibra Tegaskan Betah Tinggal di Prancis

Setelah sempat menyindir Prancis dalam luapan kekesalannya atas kepemimpinan wasit beberapa pekan yang lalu, Ibra kini mengaku bahwa dirinya betah tinggal di Negara Fashion tersebut.

Zlatan Ibrahimovic sepertinya menjadi satu-satunya pihak yang tak terima dengan kekalahan yang ditelan Paris Saint-Germain dalam pertandingan melawan Girondin Bordeaux sekitar dua pekan lalu. Bagaimana tidak? Selepas pertandingan yang berakhir dengan kedudukan 3-2 kemenangan Bordeaux tersebut, Ibra terus mengumpat kepada salah satu ofisial pertandingan terkait dengan kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan pihak Paris Saint-Germain.

Di sela-sela umpatan tersebut, Ibra bahkan sempat menghina negara yang sudah ia tempati sejak 2012 lalu, Prancis. Namun, beberapa saat kemudian, melalui akun instagramnya, penyerang sekaligus kapten Timnas Swedia mengungkapkan permohonan maafnya kepada Rakyat Prancis pada umumnya.

Meski demikian, tentu imaje buruk sudah tertempel pada penyerang berusia 32 tahun ini, orang-orang akan mengira bahwa selama ini Ibra tak betah tinggal di Prancis. Namun kepada reporter setempat, dia menegaskan bahwa dirinya betah tinggal di Negara Fashion tersebut.

“Saya suka hidup di Prancis, saya tidak akan bermain di sini dalam waktu yang sangat lama dan saya tidak akan menerima perpanjangan kontrak jika memang saya tidak suka tinggal di Prancis. Tentang yang lain, omong kosong yang lain, mereka hanya ingin menjatuhkan saya, tapi mereka tidak akan berhasil. Saya ada di puncak, dan disanalah saya akan bertahan” Ujar Ibra.

Mesut Ozil Pede Raih Ballon d’Or di Masa Mendatang

Mesut Ozil Pede Raih Ballon d'Or di Masa Mendatang

Meski dalam beberapa tahun terakhir ini terus didominasi oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, bukan berarti pemain lain tak berpeluang meraih penghargaan individual prestisius dari FIFA yang kita kenal dengan sebutan FIFA Ballon d’Or.

Winger Arsenal dan Tim Nasional Jerman, Mesut Ozil meyakini bahwa dirinya punya kapasitas untuk mengakhiri dominasi kedua pemain terbaik dunia tersebut di masa mendatang. Berbekal trofi Piala Dunia 2014 yang pernah ia cicipi bersama Tim Panser dan bermain bagi salah satu tim terbaik dunia (Arsenal) di liga tersengit dunia, Ozil yakin suatu hari nanti dia mampu membawa pulang trofi paling bergengsi antar pesepakbola itu ke kediamannya.

“Jika saya terus mengalami perkembangan dengan baik dan tetap sehat, saya ingin dalam beberapa tahun ke depan saya mampu merengkuh trofi FIFA Ballon d’Or. Saya pribadi yakin itu bisa terjadi, dan saya merasa ini adalah keyakinan yang positif”

“Faktanya, saya adalah Juara Dunia bersama Timnas Jerman, dan saya bermain bagi klub hebat di Liga Primer. Ada jauh lebih banyak ujian fisikal di liga ini ketimbang di Spanyol atau Bundesliga Jerman, saya secara konstan mendapatkan memar-memar, tapi itu justru membuat saya merasa lebih kuat. Secara fisik saya merasa terus lebih baik daripada sebelumnya” Ujar Ozil kepada Sport Bild.

Ozil saat ini tengah membela Tim Nasional Jerman dalam sejumlah laga ujicoba dan lanjutan Kualifikasi Piala Euro 2016. Sayangnya dalam laga kontra Australia, kamis dinihari (26/03) dia tak bisa membawa Jerman memenangkan pertandingan.

Pele Tak Yakin Neymar Bisa Lampaui Dirinya

Pele Tak Yakin Neymar Bisa Lampaui Dirinya

Tak perlu diragukan lagi fakta bahwa Neymar merupakan salah satu calon bintang masa depan bagi Tim nasional Brasil. Di usianya yang masih sangat muda, sosok penggawa Barcelona itu telah berhasil melakukan banyak hal bagi timnya, termasuk dipilih untuk menjadi kapten Tim Nasional Brasil. Banyak yang beranggapan, Neymar bakal mampu lewati pencapaian seorang Legenda terbesar dalam sejarah Sepakbola Brasil, Pele.

Tapi, sepertinya anggapan tersebut tak mendapat restu dari sang legenda sendiri yang menganggap mustahil bagi Neymar untuk melampaui pencapaiannya.

“Menurut saya dia tidak bisa. Saya rasa mustahil bagi Neymar untuk menjadi sang raja baru dalam sejarah sepakbola Brasil, menjadi pele yang baru. Itu karena ibu dan ayah saya telah menutup mesinnya. Menurut saya dia juga pemain yang bagus, pemain muda yang istimewa, sehingga tak perlu diragukan lagi dia akan menjadi bintang yang besar di masa mendatang” Ujar Pele dalam sebuah sesi wawancara bersama reporter.

Lebih lanjut, Pele juga beranggapan bahwa dirinya tetap akan mampu menjadi seorang bintang sepakbola andai berada di Era Modern seperti sekarang ini.

“Jika anda ditanya, apakah beethoven masih penting sekarang? Tentu saja iya. Jika berada di momen saat ini, saya siap untuk bermain di era modern ini Orang-orang lupa bahwa saya memang diberi bakat untuk bermain sepakbola, dan fakta itu tidak bisa dibantah oleh siapapun” Sambungnya.

Pele semasanya berkarir, sukses mempersembahkan tiga trofi Piala Dunia kepada Timnas Brasil, masing-masing pada tahun 1958, 1962 dan 1970.

Timnas Jerman Ditahan Imbang Australia

Timnas Jerman Ditahan Imbang Australia

Sang Juara Piala Dunia 2014, Jerman, gagal meraih kemenangan dalam kesempatan laga ujicoba melawan Australia, juara Piala Asia 2015. Pertandingan yang berangsung di Kaiserslautern, kamis dinihari (26/03) itu berkesudahan dengan skor imbang 2-2. Hasil yang cukup mengejutkan mengingat Jerman unggul di berbagai sisi, belum lagi mereka telah menyandang predikat sebagai Juara Piala Dunia 2014 dan bermain di kandang sendiri.

Australia memulai pertandingan dengan rasa percaya diri yang tinggi, namun justru jerman yang berhasil mendapatkan peluang lebih dulu. Mesut Ozil mengirimkan umpan kepada Hector, sayangnya peluang tersebut hanya menghasilkan sepak pojok.

Usaha Jerman akhirnya berbuah hasil di pertengahan babak pertama, berawal dari kiriman bola Sami Khediri menuju kotak penalti, Reus kemudian berlari dari arah belakang untuk menyambar si kulit bundar dan menempatkannya ke gawang Ryan, skor sementara 1-0, Jerman memimpin.

Keunggulan lebih dulu membuat Jerman semakin garang, tapi justru mereka yang kebobolan oleh tim tamu empat menit jelang jeda pertandingan. Adalah Troisi, sundulan kerasnya yang berawal dari umpan silang Burns tak mampu dihalai Zieler, skor kini imbang 1-1.

Sang Juara Piala Asia 2015 terus menambah daya gedor selepas jeda pertandingan, merekapun berhasil membalikkan keunggulan lewat kesempatan free kick yang dieksekusi Mile Jedinak, bola bersarang tepat di pojok gwang Zieler, skor 1-2, Australia berbalik unggul.

Beruntung tim tuan rumah terhindar dari kekalahan delapan menit jelang laga usai, Adalah Lukas Podolski yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan umpan Andrea Schurrle untuk mengubah kedudukan akhir menjadi imbang 2-2.