Vicenzo Montella Puas performa Gemilang Mohamed Salah

Vicenzo Montella Puas performa Gemilang Mohamed Salah

Keputusan Fiorentina untuk memasukkan nama Mohamed Salah dalam persyaratan pelepasan Juan Cuadrado ke Chelsea sepertinya benar-benar bermanfaat. Penyerang asal Mesir itu langsung padu dengan skuat besutan Vicenzo Montella, beberapa kali berperan dalam kemenangan yang diraih La Viola, bahkan dalam pertandingan kontra Inter Milan akhir pekan lalu di Giuseppe Meazza, salah menyumbang satu gol nya yang menjadi gol kemenangan perdana Fiorentina di Giuseppe Meazza selama lima belas tahun terakhir.

Tentu saja fakta tersebut membuat pelatih Vicenzo Montella merasa girang, apalagi Salah sejatinya ditebus dengan harga yang relatif murah dan tergolong baru kenal dengan turnamen Serie A Italia. Tak ayal, kredit khusus pun diberikan untuk mantan pemain FC Basel itu, yang sekaligus jadi Isyarat bagi Salah untuk terus bermain sebagai starter di skuat La Viola.

“Saya membuat keputusan taktikal dan ingin membuat permainan Salah menjadi yang paling luar Biasa. Saya sendiri sudah tahu ketika pemain akan beranjak pada performa terbaiknya, merupakan tugas seorang manajer untuk bisa mengeksplor serta memaksimalkannya”

“Menurut saya, dia bisa bermain di posisi mana saja di lini serang, dia menyerang ruang-ruang lapangan dengan sangat baik dan dia langsung masuk dalam irama pertandignan ketika datang sebagai pemain pengganti” Ujar Montella sepeti dilansir media setempat.

Ya, Fiorentina mampu curi tiga poin di markas Inter Milan pada pertemuan akhir pekan kemarin (02/03) dengan skor akhir 0-1, dimana Mohamed salah adalah sang pencetak gol tunggal.

Tahan Imbang AS Roma, Allegri Tidak Puas

Tahan Imbang AS Roma, Allegri Tidak Puas

Bertandang ke Stadio Olimpico, Roma, Juventus sukses gagalkan ambisi tim Tuan Rumah AS Roma untuk memangkas jarak dengan mereka di puncak klasemen sementara. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 yang membuat kedua tim harus berbagi angka, dalam artian lain, selisih 9 poin antara mereka masih aman terjaga. Tapi siapa sangka, pelatih Massimiliano Allegri justru merasa geram atas kegagalan tim nya meraih tiga angka dalam pertemuan tersebut.

Memang, fakta bahwa jarak 9 poin sangatlah bagus untuk Bianconneri saat ini, hanya saja para penggawa Juventus malah membiarkan tim tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan saat hanya bermain dengan 10 pemain saja.

“Tentu saja hasil imbang ini adalah langkah maju, tapi mempertimbangkan bagaimana pertandingan ini berjalan, seharusnya kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, kami tampil buruk di 20 menit terakhir”

“Saya senang karena selama 70 menit kami mampu tampil lebih bagus, karena kami tidak memberikan ruang kepada AS Roma dan di babak kedua kami bisa lebih berkembang. Sekali memimpin, kami bermain enam atau tujuh menit dengan baik, tapi sampai disitu saja”

“Kami meninggalkan lapangan dengan sangat marah karena hasil seri ini, memang benar pada kenyataan nya selisih sembilang angka merupakan jarak yang sangat bagus, namun kami harus mulai memenangkan laga tandang lagi, karena kami sudah tak mampu melakukan itu dalam tiga pertandingan tandang terakhir” Sesal Allegri kepada Sky Sports Italia.

Ricuh, Chelsea dan Everton Didenda FA

Ricuh, Chelsea dan Everton Didenda FA

Chelsea dan Everton, kedua tim ini akhirnya dijatuhi denda oleh pihak Federasi Sepakbola Inggris atau yang kita kenal dengan sebutan FA terkait dengan kerusuhan yang terjadi antar pemain kedua tim tersebut dalam pertemuan 11 Februari lalu. Menurut informasi yang kami dapatkan, Everton dan Chelsea sama-sama harus membayar denda sebesar 30.000 Poundsterling kepada Pihak FA sebagai hukumannya. Selain itu, kedua tim papan atas Liga Primer tersebut juga mendapat peringatan agar tidak kembali melakukan hal yang sama di masa mendatang.

Seperti yang kita tahu, pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge Stadium itu memang diwarnai dengan tensi panas antar pemain kedua tim. Sejumlah pelanggaran bahkan tercipta dan berujung pada kartu merah kepada salah satu penggawa The Toffees, Gareth Bary di menit ke-88. Dalam sebuah momen, sempat terlihat Branislav Ivanovic mencekik leher salah satu penggawa tim tamu.

Pada akhirnya Chelsea berhasil memenangkan pertandingan tersebut lewat sebiji gol dari Willian di menit ke-89, pertandingan sengit itu sukses membawa The Blues semakin mantap di puncak klasemen sementara Liga Primer.

Sedangkan Everton, entah angin apa yang menimpa mereka sejak awal musim, sampai sekarang tak kunjung menemukan performa terbaik bahkan terdampar di luar 10 besar, tempat langganan yang biasanya mereka huni.

Chelsea baru saja sukses memenangkan turnamen Piala Liga setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di Laga Final, mungkin denda ini tak terlalu dipermasalahkan klub London tersebut.

Manchester United Masih Berpeluang Juarai Liga Primer

Manchester United Masih Berpeluang Juarai Liga Primer

Semenjak ditangani pelatih Louis Van Gaal, penampilan Manchester United di kancah domestik semakin membaik dari pertandingan demi pertandingan, bahkan saat ini mereka mampu menempati peringkat ke-4 klasemen sementara Liga Primer dan lolos ke babak perempat final Piala FA. Namun demikian, banyak pihak yang memprediksi, tim berjuluk Setan Merah itu tidak akan mampu keluar sebagai juara Liga Primer, dengan kata lain mereka sudah tak masuk dalam bursa perburuan titel juara musim ini jika melihat dari performa tim dalam tiap pertandingannya.

Tapi, Pelatih Chelsea, Jose Mourinho memiliki pandangan yang berebeda soal hal tersebut. Menurut The Special One yang kini masih nyaman bersama Chelsea di puncak klasemen sementara, The Red Devils menurutnya masih memiliki peluang untuk keluar sebagai juara turnamen Liga Primer Musim ini.

“Masing-masing tim memiliki peluang yang sama, kami juga masih memiliki jadwal yang padat, begitu juga dengan Manchester City, dan Manchester United masih berada dalam jalur juara, Liverpool sukses mengalahkan Manchester City, dan untuk hasil tersebut saya sudah memprediksi sebelumnya” demikian kata Mourinho seperti dilansir ESPN.

Memang, faktanya banyak tokoh-tokoh sepakbola dan legenda mereka sendiri yang berpandangan bahwa performa Wayne Rooney Cs musim ini tidak seperti saat ditangani Ferguson, terlalu membosankan meski pada kenyataan nya belakangan ini mereka mampu memenangkan sejumlah pertandingan penting.

Sedangkan Chelsea, The Blues baru saja keluar sebagai Juara Piala Liga dan masih memimpin klasemen sementara dengan selisih lima angka dari Manchester City.

Kapten Tim Real Madrid U-15 Ternyata Berasal dari Indonesia

Kapten Tim Real Madrid U-15 Ternyata Berasal dari Indonesia

Real Madrid memang kita kenal sebagai klub sepakbola yang doyan mendatangkan pemain berlabel bintang di tiap musimnya dari berbagai belahan dunia, tapi jangan salah, tak jarang juga mereka berhasil memproduksi pemain-pemain bintang lewat akademi klub. Nah, berbicara soal akademi klub, yang menghiasi Tim Akademi Real madrid U-15 salah satunya ternyata adalah Anak Indonesia bernama Muhammad Daffa Imran. Bahkan, pemain kelahiran 18 Agustus 1999 itu dipercaya untuk menjadi kapten tim dalam Real Madrid U-15, dan tentu saja setelah melewati proses yang cukup panjang.

Ketertarikan pencari bakat Real Madrid terhadapan bocah ini sebenarnya berawal dari performa apiknya ketika membawa Tim Perwakilan Indonesia menjadi juara dua dalam turnamen Danone Cup 2011 yang berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid. Tapi Los Blancos baru pastikan keputusan mereka untuk merekrut Daffa ketika sang bocah mengikuti seleksi di Real Madrid pada tahun 2014 lalu.

Kepada Goal Indonesia, Daffa pun bercerita tentang pengalamannya juga kesannya bermain untuk tim Junior Real Madrid dan menjabat sebagai kapten tim.

“Ketika itu mau bertanding, dan pemain yang biasanya menjadi kapten sedang cedera, dan saya sendiri tidak menyangka dipilih pelatih untuk menjadi kapten pengganti. Ketika pemain tersebut sudah pulih saya tetap mendapat kepercayaan untuk jadi kapten”

“Saya bangga , dan saya bakal berusaha untuk tetap bertahan di sini untuk semua hal yang saya impikan. Yang paling utama sekarang adalah restu dan dukungan dari kedua orang tua saya. Saya harus tetap bisa menjaga apa yang sudah saya dapat dan apa yang saya perjuangkan” Kata Daffa kepada Goal Indonesia.

Melawan Monaco, Redknapp Sebut Peforma Arsenal Terburuk

Melawan Monaco, Redknapp Sebut Peforma Arsenal Terburuk

Dalam pertandingan antara Arsenal Vs AS Monaco yang telah usai dini hari tadi, secara mengejutkan The Gunners harus mengalami kekalahan yang cukup telak dirumahnya sendiri dengan skor 1-3. Hal itu tentu memunculkan reaksi dari berbagai pihak, salah satunya adalah Jamie Redknapp.

Redknapp sendiri merupakan sosok mantan pemain Liverpool. Saat ini dirinya menjadi pemandu acara sepakbola di Sky Sports. Dalam pernyataannya, Redknapp menuturkan jika permainan yang ditunjukan oleh Arsenal memang jauh dari harapan publik, maka sangat wajar jika mereka harus menerima kekalahan besar.

Ia juga cukup terheran dengan kekalahan tersebut mengingat saat ini Monaco sendiri dalam kondisi yang kurang sehat. Rekdnapp menuturkan jika tim asal Prancis tersebut tertinggal 11 poin dari Lyon di tangga klasemen sementara Ligue1.

Selain itu, banyaknya pemain Monaco yang cedera membuat mereka makin tidak terlihat sehat. Untuk itu lah Redknapp sampai berani menyebutkan jika dipertandingan dini hari tadi merupakan laga terburuk yang dijalani oleh Arsenal dalam kurun lima atau enam terakhirnya.

“Monaco tertinggal 11 poin dari Lyon dan empat atau lima pemain utama mereka absen. Semua hal terburuk dari Arsenal di lima atau enam tahun terakhir bisa kita saksikan di laga tadi.” tuturnya.

Redknapp juga menyebutkan jika laga tersebut merupakan pertandingan yang cukup mengecawakan. Bahkan, ia juga menyebutkan jika pertandingan itu merupakan laga yang paling mengecewakan untuk Arsenal sepanjang perjalanan mereka di kancah sepakbola Eropa.

“Mungkin inilah performa paling mengecewakan skuat asuhan Arsene Wenger di sepanjang penampilannya di Eropa.” pungkas Redknapp.

Starting Line-Up Tertua Atletico Madrid Di Liga Champions

Starting Line-Up Tertua Atletico Madrid Di Liga Champions

Dalam pertandingan antara Bayer Leverkusen Vs Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dini hari tadi, para penggawa Diego Simeone memang mengalami kekalhan dengan skor tipis 1-0 dari tuan rumah. Akan tetapi, terdapat catatan menarik yang baru saja mereka ukir.

Catatan itu adalah, dipertandingan tersebut Simeone menurunkan starting line-up tertua di sepanjang sejarah Atletico Madrid di Liga Champions. Starting line-up tertua tersebut diambil berdasarkan rata-rata usia yang dimiliki para penggawa Los Rojiblancos.

Dalam starting line-up tersebut, terdapat nama Saul Niguez yang keluar sebagai pemain termuda Atletico dengan usia 20 tahun. Sedangkan Tiago merupakan penggawa tertua yang diturunkan Simeone dimana pemain asal Portugal itu saat ini berusia 33 tahun.

Jika dihitung secara rata-rata, maka starting line-up yang diturunkan oleh Diego Simeone ketika menghadapi Bayer Leverkusen adalah berusia 28 tahun 260 hari. Dan itu merupakan starting line-up tertua yang pernah dimainkan oleh Atletico sepanjang sejarah mereka di Liga Champions.

Pada pertandingan tersebut, Atletico yang sempat tampil kokoh dibarisan pertahanan pada akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 1-0. Satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut dicetak oleh Hakan Calhanoglu pada menit 57.

Selain itu, dipertandingan tersebut Tiago yang merupakan pemain tertua harus rela diusir wasit akibat mendapatkan kartu kuning kedua. Hasil tersebut tentu membuat Atletico harus bermain lebih ganas lagi di leg kedua nantinya demi bisa mendapatkan tiket lolos ke babak 8 besar.

Dan berikut adalah susunan pemain Atletico Madrid melawan Bayer Leverkusen.

Moya; Juanfran, Godin, Miranda, Guilherme (Gamez 38′); Arda (Torres 64′), Gabi, Tiago, Saul (Garcia 42′); Griezmann, Mandzukic.

Martin Odegaard Akan Dipinjamkan Ke Villarreal

Martin Odegaard Akan Dipinjamkan Ke Villarreal

Sebelumnya, talenta besar yang dimiliki oleh Martin Odegaard sempat menarik perhatian sejumlah klub besar. Dan pada akhirnya, pada bursa transfer musim dingin lalu Real Madrid berhasil mendapatkan jada pemain yang saat ini baru menginjak usia 17 tahun tersebut.

Akan tetapi, baru sekitar 1 bulan berada di Santiago Bernabeu, manajemen Madrid dikabarkan sudah memiliki rencana untuk meminjamkan Odegaard ke klub La Liga lainnya. Dan kabarnya klub yang dimaksud adalah Villarreal yang konon sudah tertarik untuk meminjam jasanya.

Alasan yang diambil dari peminjaman tersebut adalah supaya Odegaard mempunyai jam terbang lebih banyak untuk tampil di kancah sepakbola professional Spanyol. Bermain secara reguler tentu akan berdampak sangat baik bagi perkembangan Odegaard di dunia sepakbola.

Pemain yang dibeli dari Stromsgodset tersebut mungkin cukup tepat jika harus dipinjamkan ke klub lain untuk sementara waktu. Pasalnya, jika dipaksakan untuk masuk ke skuat utama Los Blancos, maka dirinya diprediksi akan sulit bersaing dengan para pemain lainnya yang sudah mempunyai nama besar.

Untuk saat ini, Odegaard sendiri memang masih berjibaku dengan para pemain muda lainnya di Real Madrid Junior. Dirinya ditangani secara langsung oleh Zinedine Zidane yang memang mempunyai tanggung jawab pada skuat Real Madrid Castilla.

Martin Odegaard sendiri sejatinya memang mempunyai catatan karir yang tergolong positif. Pasalnya, di usia yang baru menginjak 17 tahun, ia sudah banyak diminati oleh klub-klub elit Eropa yang pada akhirnya ia setuju untuk menjadi bagian dari Real Madrid.

Selain itu, di usianya yang tergolong masih sangat belia, ia sudah berhasil masuk kedalam skuat Timnas Senior Norwegia. Hal itu menjadikan dirinya sebagai pemain termuda yang pernah ikut serta dalam ajang kualifikasi Euro.

Hasil Pertandingan Bayer Leverkusen Vs Atletico Madrid

Hasil Pertandingan Bayer Leverkusen Vs Atletico Madrid

Dini hari tadi, BayArena menjadi saksi bisu dibalik pertandingan seru antara Bayer Leverkusen Vs Atletico Madrid yang mana kedua tim tersebut sama-sama menjalani pertandingan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang sudah memasuki fase knock out.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim sama-sama mengalami kesulitan untuk mencetak gol. Diawal pertandingan, Leverkusen terlihat tampil lebih agresif dan percaya diri dalam menerapkan serangan ke barisan pertahanan lawan. Sedangkan Atletico tampak lebih kokoh dibarisan belakang.

Meski lebih sering mendapat serangan, akan tetapi anak asuh Diego Simeone tetap memberikan sinyal-sinyal bahaya kepada sang tuan rumah. Melalui Saul Niguez, Antoine Grezmann, Diego Godin dan Juanfran, Los Colchoneros sempat nyaris menaklukan gawang Leverkusen.

Namun, babak pertama pertandingan tersebut harus berakhir dengan skor kacamata. Dibabak kedua, Bayer Leverkusen tetap memegang kendali permainan. Kebuntuan yang mereka alami pun akhirnya pecah ketika Hakan Calhanoglu mencetak gol dimenit 57 setelah assist dari Karim Bellarabi mampu ia manfaatkan.

Berusaha mengejar ketertinggalan, Atletico Madrid justru kembali mendapat kesialan. Pasalnya, pada menit 76 mereka harus rela melihat Tiago diusir wasit akibat kartu kuning kedua yang ia dapatkan setelah melakukan pelanggaran kepada Bellarabi.

Skor 1-0 pun menjadi akhir dari cerita laga tersebut. Meski bukan skor yang ideal, namun itu tetap saja bisa menjadi modal berharga bagi Bayer Leverkusen yang pada leg kedua nanti harus bergantian berkunjung ke markas Atletico.

Statistik Pertandingan Bayer Leverkusen – Atletico Madrid:
Penguasaan bola: 66% – 34%
Shots (on goal): 13 (4) – 12 (2)
Corner: 4 – 4
Pelanggaran: 25 – 11
Offside: 0 – 0
Kartu kuning: 5 – 6
Kartu merah: 0 – 1.

Susunan Pemain:
Leverkusen (4-2-3-1): Leno; Hilbert, Papadopoulos, Spahic, Wendell; Bender (Rolfes 68′), Castro; Bellarabi, Calhanoglu (Brandt 87′), Son; Drmic (Kießling 89′).

Atletico (4-4-2): Moya; Juanfran, Godin, Miranda, Guilherme (Gamez 38′); Arda (Torres 64′), Gabi, Tiago, Saul (Garcia 42′); Griezmann, Mandzukic.

Gareth Bale Absen Sesi Latihan Akibat Cedera

Gareth Bale Absen Sesi Latihan Akibat Cedera

Pada pertandingan Elche Vs Real Madrid pekan lalu, kubu Los Blancos memang berhasil meraih kemenangan dengan skor dua gol tanpa balas. Akan tetapi, kemenangan tersebut harus disertai dengan kekhawatiran karena saat ini Gareth Bale mengalami masalah engkel setelah menjalani laga tersebut.

Kala itu, Bale mendapat tekel keras dari Aaron Niguez yang sempat membuatnya meringis kesakitan. Menurut hasil laporan dari tim medis, pemain asal Wales itu divonis mengalami masalah engkel pada kakinya sehingga ia diharuskan untuk menjalani masa pemulihan.

Meski tidak diketahui harus berapa lama mangkir, namun yang jelas Bale sendiri tampak tidak hadir dalam sesi latihan yang dilakukan oleh para penggawa Real Madrid. Ketidak hadiran sang pemain termahal dunia tersebut diduga karena dirinya harus masih menjalani masa pengobatan khusus.

Kabarnya, saat ini Gareth Bale sendiri masih harus sering berada di ruang perawatan khusus Real Madrid. Hal itu harus ia lakukan demi mempercepat masa penyembuhan mengingat sejauh ini dirinya selalu menjadi pemain penting bagi kubu Los Blancos bersama karim Benzema dan Cristiano Ronaldo tentunya.

Sesi latihan yang tidak dihadiri oleh Bale tersebut adalah latihan persiapan Real Madrid untuk menghadapi Villarreal pada lanjutan La Liga akhir pekan nanti. Pihak klub lebih memilih untuk memfokuskan Bale pada masa pemulihan ketimbang harus memaksakan dirinya untuk berlatih.

Dan saat ini, pihak klub terus mengawasi perkembangan mantan pemain Tottenham Hotspurs tersebut. Jika kondisinya membaik, maka bukan tidak mungkin dirinya sudah bisa langsung diturunkan oleh Carlo Ancelotti dalam pertandingan melawan Villarreal akhir pekan nanti.

Kemenangan tentu menjadi kunci utama bagi Los Blancos. Pasalnya, itu lah satu-satunya hal untuk membuat mereka terus aman berada di puncak klasemen sementara La Liga. Terlebih lagi selisih poin dengan Barcelona berjarak empat poin.