Liverpool Tidak Butuh Pelatih Khusus

Liverpool Tidak Butuh Pelatih Khusus

Liverpool merupakan salah tim di liga Inggris yang cukup disegani karena memiliki gaya permainan yang bagus sehingga tidak heran jika mereka menempati posisi empat musim lalu. Hal tersebut tentunya dapat dihasilkan akibat adanya kerja keras dari para pemain dan koordinasi yang baik dari pelatih sehingga dapat mengarahkan pemainnya untuk bisa mengeluarkan performa terbaiknya.

Namun dibalik kesuksesan yang besar tersebut, ada sebuah masalah yang melanda. Liverpool dikatakan sebagai tim yang menyandang The Big Four dengan jumlah kebobolan terbanyak musim lalu. Dalam musim ini pun sudah tercatat 12 gol yang membuat catatan buruk Liverpool musim lalu terulang kembali. Dikabarkan bahwa terjadi masalah koordinasi pada lini belakang Liverpool yang membuat mereka mendapatkan predikat buruk tersebut. Hal itu tentunya sangat mengganggu sehingga dibutuhkan sebuah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Banyak opini yang mencuat mengenai hal tersebut terutama mengenai solusi yang mungkin bisa digunakan oleh Brendan Rodgers selaku manajer dari Liverpool saat ini. Salah satu solusi yang sedang berkembang saat ini adalah mengenai tambahan staf dalam tim pelatih Liverpool untuk menangani lini pertahanan. Staf pelatih baru ini ditugaskan secara khusus untuk memberikan pelatihan kepada para pemain belakang Liverpool sehingga dapat tampil dengan performa yang lebih baik dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya.

Hal tersebut memang sebuah solusi yang logis dan memiliki kemungkinan yang besar dapat memperbaiki keterpurukan lini belakang Liverpool. Namun dengan sikap dan pernyataan yang tegas, Rodgers menolak usulan tersebut. Entah apa yang terdapat di dalam benak Rodgers sehingga menolak usulan yang sebenarnya bagus tersebut. Mungkin Rodgers percaya akan skuad timnya sehingga tidak perlu untuk menambah staf baru.

Seperti dilansir Sports Mole, Rodgers mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah mengenai masalah untuk menambah staf baru atau tidak. Rodgers juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan cara tersebut untuk dapat memperbaiki performa lini belakang tim yang sedang diasuhnya ini. Menurutnya, yang menjadi sumber masalah sehingga membuat lini belakang Liverpool tampil buruk adalah kurangnya keseimbangan antar pemain. Rodgers menambahkan bahwa untuk dapat mengatasinya maka diperlukan suatu usaha bersama untuk memperbaikinya dengan menempatkan hal tersebut sebagai tanggung jawab bersama.

Rodgers pun berpendapat mengenai isu tentang penyebab buruknya lini pertahanan timnya. Menurutnya, hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya waktu yang diperoleh oleh pemain untuk mendapatkan recovery setelah melakukan berbagai macam pertandingan baik di liga domestik maupun internasional dalam jangka waktu yang berdekatan. Hal itu tentu saja membuat para pemain kelelahan sehingga membuat performa mereka ketika bermain menjadi tidak maksimal. Rodgers memang masih harus berlatih untuk melakukan rotasi pemain dengan baik agar semua pemain yang ada di dalam timnya dapat digunakan secara optimal dan mendapatkan kesempatan yang sama sehingga hal seperti itu tidak akan terjadi.

Komentar Louis Van Gaal Mengenai The Special One

Komentar Louis Van Gaal Mengenai The Special One

Pertandingan yang akan mempertemukan kedua tim raksasa Inggris yaitu Manchester United dan Chelsea akan segera berlangsung. Pertandingan tersebut bukanlah pertandingan sembarangan karena pastinya kedua tim telah mempersiapkan strategi yang matang agar bisa merebut tiga poin kemenangan yang dapat menambah jumlah poinnya dalam klasemen sementara Premier League.

Saat ini, Chelsea memang terlihat lebih unggul jika dilihat dari segi klasemen sementara karena tim ini sedang memuncaki Premier League. Hal tersebut tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi Chelsea untuk dapat mempertahankan dominasinya. Sedangkan untuk pihak Manchester United, pertandingan ini bisa dijadikan sebagai pembuktian bahwa mereka masih bisa bangkit dan dapat melesat naik ke posisi yang lebih tinggi dalam klasemen Premier League.

Jelang pertandingan panas ini memang tak pelak membuat banyak fans menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi pada pertandingan tersebut. Sebelum pertandingan, kedua manajer dari masing-masing tim memang terlihat santai dan mengeluarkan komentar yang baik mengenai lawan mainnya. Baik Van Gaal maupun Mourinho saling mengeluarkan komentar yang baik dan sopan. Hal itu memang bukanlah yang mengejutkan karena keduanya pernah bekerja sebagai rekan yang tentunya membuat chemistry diantara keduanya menjadi semakin erat.

Padahal, biasanya Mourinho selalu mengeluarkan komentar yang pedas mengenai lawan mainnya apalagi jika pertandingan yang akan dihadapi adalah pertandingan besar yang mempertaruhkan gengsi. Namun ternyata komentar yang diberikan oleh Mourinho tidak memojokkan Van Gaal. Mungkin Mourinho masih menganggap bahwa Van Gaal adalah mentornya saat dia masih bekerja sama dengannya dulu.

Komentar Van Gaal tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Mourinho karena pada intinya mereka saling memberi pujian. Seperti yang dilansir dalam Dailiy Mail, Van Gaal mengatakan bahwa Mourinho adalah seseorang yang memiliki bakat dan berhasil meraih trophi penting di tanah orang. Menurutnya, mendapatkan trophi di Negara yang merupakan bukan tanah airnya adalah sebuah prestasi yang bagus dan sangat fantastis. Ketika ditanya mengenai apa yang telah didapatkan oleh Mourinho saat ini, Van Gaal menyangkal bahwa dirinya lah yang membuat Mourinho seperti itu. Van Gaal menegaskan bahwa apa yang sedang dan akan dicapai oleh Mourinho adalah karena kemampuannya sendiri dan bukanlah karena dirinya.

Entah apakah benar Mourinho bisa menjadi The Special One karena kerja kerasnya sendiri atau karena ada campur tangan Van Gaal. Namun yang jelas, pertandingan yang akan berlangsung hari Minggu tersebut tentunya akan membuktikan kapasitas dari kedua manajer tersebut. Kerja keras dari Van Gaal dalam menukangi Manchester United akan dapat terlihat jika MU bisa memenangi pertandingan tersebut. Sedangkan untuk Mourinho sendiri, pertandingan ini adalah pembuktian bahwa dirinya lebih hebat dari mantan mentornya tersebut.

Chelsea Bisa Menang Walaupun Tanpa Diego Costa

Chelsea Bisa Menang Walaupun Tanpa Diego Costa

Pemain memang memegang peranan yang penting dalam menentukan kemenangan sebuah tim apalagi jika pertandingan yang akan dilangsungkan tersebut adalah melawan tim besar. Akhir pekan ini, Chelsea akan dipertemukan dengan The Red Devils dan pastinya The Blues tidak ingin kalah dari tim tersebut demi mempertahankan posisinya saat ini. Dalam klasemen sementara Premier League, Chelsea berada di puncak klasemen dan jika bisa merebut tiga poin dalam pertandingan tersebut maka kemungkinan besar posisinya tidak akan tergoyahkan.

Hasil apik yang diraih oleh Chelsea memang bukanlah tanpa alasan. Kehadiran penyerang yang tajam seperti Diego Costa di lini depan Chelsea membuat tim tersebut meraih hasil yang baik dalam beberapa pertandingan terakhir Premier League. Pemain tersebut memang baru saja didatangkan dalam bursa transfer musim lalu. Namun hebatnya, Costa sudah mampu memperlihatkan ketajamannya sebagai seorang striker dengan membukukan sembilan gol dari tujuh laga yang sudah dimainkannya di Premier League. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang bagus apalagi Costa adalah orang baru di Chelsea.

Ada kabar buruk yang sedang beredar di kubu Chelsea jelang pertandingan panas yang akan mempertemukan kedua tim besar asal Inggris tersebut. Kabar buruk tersebut adalah Costa tidak bisa diturunkan dalam pertandingan kontra MU. Hal itu dikarenakan karena adanya virus yang sedang mengganggu kesehatannya sehingga membuatnya tidak bisa tampil dalam pertandingan yang akan berlangsung esok hari. Padahal sebenarnya, Costa sudah dikeluarkan dari rumah sakit dan kemungkinan besar sudah sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Namun, karena alasan kesehatan maka Mourinho tidak berani untuk menurunkan Costa akibat takut yang mungkin dapat membuat Costa menjadi bertambah parah penyakitnya apabila tetap dipaksakan untuk bermain melawan MU.

Walaupun kemungkinan besar Chelsea tidak akan tampil dengan pemain andalannya tersebut namun dipastikan akan tetap memberikan perlawanan yang besar terhadap MU. Seperti yang terlihat dalam pertandingan pekan lalu, Chelsea mampu mengalahkan Crystal Palace dengan skor 2-1 tanpa kehadiran Costa. Rene Meulensteen selaku mantan staf pelatih MU pun memberikan komentar mengenai pertandingan yang akan berlangsung tersebut.

Seperti dilansir Talksport, Meulensteen mengatakan bahwa MU harus tetap waspada walaupun Chelsea tidak menurunkan Costa sekalipun karena Chelsea masih memiliki potensi yang besar untuk dapat memberikan perlawanan yang besar dalam pertandingan tersebut. Meulensteen menambahkan bahwa jika Costa bisa bermain dalam pertandingan tersebut maka dipastikan akan membuat gol terutama jika dalam posisi dan kesempatan yang bagus untuk mencetak gol. Meulensteen pun kembali menegaskan bahwa tanpa adanya Costa pun Chelsea masih bisa merepotkan barisan pertahanan MU. Mungkin apa yang disampaikan oleh Meulensteen adalah benar dan tidak ada salahnya jika MU tetap waspada mengenai pertandingan kontra Chelsea esok.

De Gea vs Courtois, Siapa yang Terbaik

De Gea vs Courtois, Siapa yang Terbaik

Duel antara dua tim top Premier League MU vs Chesea akan segera berlangsung akhir pekan ini. Kedua kubu telah bersiap untuk menghadapi laga sengit yang sarat emosi. Meskipun masih belum konsisten, MU yang berperan sebagai tuan rumah telah siap dengan para punggawa andalannya guna meraih poin penting atas The Blues. Namun Chelsea yang musim ini jauh lebih baik dibanding MU tentunya tidak akan membiarkan sang tuan rumah mencuri poin dalam laga bigmatch ini terlebih mereka belum terkalahkan di 5 duel terakhir atas tim berjuluk Setan Merah. Tercatat, The Blues meraih 3 kemenangan dan hanya 2 kali ditahan imbang.

Namun, laga ini bukan hanya masalah statistik. Ada satu hal yang membuat perhatian banyak pecinta bola, hal tersebut tidak lain yaitu sosok penjaga gawang kedua tim. Perlu diketahui, baik Setan Merah maupun The Blues memang memiliki kiper muda dan tangguh dibawah mistar gawang mereka. Dari kubu MU, ada seorang pria Spanyol yang dahulu berseragam Atletico Madrid, Davis de Gea yang sangat piawai dalam menjaga mistar gawang. Sedangkan di kubu rival ada penjaga gawang belia tim nasional Belgia, Thibaut Courtois

Kedua kiper muda ini memang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam mengamankan mistar gawang dari gempuran lawan-lawannya. Jika dibandingkan, baik De Gea maupun Courtois memang sama-sama tampil cukup bagus dalam menghalau serangan lawan. Namun, Soccernet mencatat jika kipper Thibaut Courtois sedikit lebih unggul dibandingkan De Gea. Hal ini terlihat dari statistik penyelamatan yang dilakukan kedua kipper ini. Courtois berhasil melakukan penyelamatan sebanyak 16 kali penyelamatan dan 2 kali clean sheet. Penjaga gawang berusia 22 tahun ini juga baru kebobolan sebanyak 8 kali sepanjang musim ini.

Sedangkan David de Gea harus mengakui keunggulan Courtois. Pasalnya, De Gea hanya mampu melakukan 15 kali penyelamatan, 2 kali clean sheet serta 12 kali memungut bola dari jalanya musim ini. Dengan demikian, Courtois memang sedikit lebih unggul dibanding De Gea. Apalagi Courtois baru bergabung dengan Chelsea musim ini setelah dipinjamkan ke Atletico Madrid selama beberapa musim.

De Gea pun berbesar hati untuk mengakui keunggulan sang rival. Kiper berusia 23 tahun ini pun tak segan untuk melontarkan pujiannya terhadap Courtois. Dalam sebuah wawancara, De Gea mengatakan jika Courtois merupakan penjaga gawang muda yang hebat dan salah satu kipper terbaik saat ini.

Sangat patut disimak, siapakah diantara De Gea yang Courtois yang paling pantas menyandang kiper muda terbaik saat ini. Hal ini akan segera diketahui dalam duel sengit antara dua tim yang dibela masing-masing pemain pada Minggu malam 26 Oktober 2014.

Mario Balotelli Arogan, Kotroversial Tapi Dirindukan

Arogan, Kotroversial Tapi Dirindukan Oleh Kun Aguero

Mario Balotelli, mantan pemain Manchester City yang saat ini membela Liverpool merupakan pemain yang penuh dengan kontroversial dengan segala tingkah laku anehnya yang ia tunjukan di lapangan hijau maupun di luar lapangan. Pemain 24 tahun asal Italia itu memang merupakan seorang striker yang cukup ditakuti oleh pemain lawan karena skill yang memang patut diacungi jempol. Tapi itu semua berbanding terbalik dengan tingkah lakunya yang selalu membuat tindakan-tidakan yang membuat orang lain kesal dan tidak simpati terhadapnya.

Pemain yang juga pernah membela Inter dan AC Milan ini juga selalu menunjukan kearoganannya di pertandingan-pertandingannya bersama The Reds maupun tim-tim yang pernah menerima jasa pemain asal Italia ini. Karena tingkah lakunya ini banyak orang yang tidak suka dengan kehadirannya. Dan yang unik meskipun si Super Mario ini dibenci banyak orang justru mantan rekan setimnya di Manchester City yaitu Sergio Kun Aguero justru merindukan sosok pemain kontroversial ini. Kun Aguero yang dulu merupakan rekan se-tim Mario Balotelli beberapa musim di Manchester City mengaku bahwa ia sangat merindukan tingkah konyol yang sering dilakukan oleh pemain kontroversial itu.

Pemain asal Argentina yang sekarang masih membela Manchester City itu mengatakan bahwa Balotelli memang sangat suka melakukan hal-hal aneh baik di lapangan maupun di luar lapangan. Tingkah lakunya yang gila dan konyol itu memang membuat semua pemain Manchester City terkadang malu akan tetapi menurut Aguero dia sama sekali tidak dibenci oleh pemain-pemain dari Manchester City. Dalam bukunya yang berjudul “Born to Rise : My Story” Kun Aguero mengatakan bahwa dia merindukan sosok Mario Baloteli di Manchester City.

Menurut Kun Aguero, ketika Balotelli melakukan hal-hal gilanya itu bukan karena dia sedang ada masalah, melainkan karena keinginannya sendiri untuk melakukan hal gila tersebut. Contohnya saja ketika dia melempar keju ke orang lain saat makan di ruang makan. Balotelli memang sering sekali mempertunjukan hal-hal gila yang tidak terduga di depan umum tanpa memikirkan akibat yang ia timbulkan dari tindakannya itu. Dan ia juga pernah memaki seorang polisi yang membuntutinya ke tempat latihan. Dia tidak sadar bahwa ia di buntuti karena dia menyalip polisi itu dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan ketika dia sadar dia malah mengeluarkan kata-kata yang kotor.

Aguero juga mengatakan bahwa ia sering mengejek Baloteli dan menggodanya dengan mempermainkannya, akan tetapi hal itu ia lakukan sebagai bentuk kasih sayangnya sebagai rekan rekan sesama tim, bukan karena ia benci terhadap Balotelli atas semua tindakan-tindakan konyol yang Balotelli lakukan. Dan Aguero juga menjelaskan bahwa semua pemain Manchester Citypun merasakan hal yang sama yaitu meridukan sosok seorang Balotelli di Manchester City.

Brendan Rodgers Targetkan Juara Musim Depan

Brendan Rodgers Targetkan Juara Musim Depan

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengaku telah mengadakan rapat dengan pihak Manajemen Klub tekait rencana nya untuk meraih titel Juara musim depan.

Brendan Rodgers, nama mantan pelatih Swansea City itu menjadi salah satu nama pelatih yang sering kali dibicarakan. Bagaimana tidak? Ia berhasil secara mengejutkan membawa Liverpool nyaris saja menjuarai Liga Primer Inggris musim 2013/14 ini, berada di puncak klasemen selama beberapa pekan sebelum akhirnya digeser Manchester City dan hanya berhasil finish di peringkat kedua.

Keberhasilan itu ternyata membuat Brendan Rodgers bersemangat untuk membawa The Kops meraih sukses di musim depan, bahkan ia menargetkan trofi Liga Primer Inggris dan kompetisi-kompetisi lainnya di musim depan. Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Rodgers, ia mengaku sudah berbicara dengan manajemen klub tentang pemain saja yang akan didatangkan ke Anfield guna menambah amunisi skuad dan meningkatkan performa klub di musim depan, karena tidak bisa dipungkiri bahwa Liga Primer Inggris adalah liga yang selalu kompetitif dan berkembang tiap musimnya.

“Sejauh yang kami tahu, kami hampir saja memenangkan trofi Liga Primer Inggris musim ini, kami harap bisa memenangkannya musim depan. Kemarin, saya telah menggelar rapat bersama klub selama tiga jam, dan kami telah memutuskan siapa saja yang akan didatangkan pada Bursa Transfer, kami ini Lapar kesuksesan”

“Anda tidak boleh lengah karena Liga Primer Inggris selalu berevolusi di tiap musimnya, Liga Primer Inggris ini tidak hanya diisi oleh pemain-pemain Inggris akan tetapi pemain-pemain kelas dunia”

Demikianlah penuturan Brendan Rodgers kepada salah satu media Inggris. Bagaimana rencana Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas musim panas mendatang? Kita nantikan saja.

Pelatih Timnas Aljazair resmi Mengundurkan Diri

Pelatih Timnas Aljazair resmi Mengundurkan Diri

Sang pelatih asal Bosnia itu mengaku sangat yakin akan keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Aljazair karena masa depan yang menjanjikan.

Tim Nasional Aljazair tampil begitu mengejutkan dalam turnamen Piala Dunia 2014, mereka bahkan sukses melaju hingga ke babak perempat final sebelum disingkirkan oleh Timnas Jerman pada babak tersebut. Tentu saja itu adalah raihan yang bagus, dan keberhasilan itu tak terlepas dari peran Vahid Halilhodzic yang terbilang sukses menangani Tim Nasional Aljazair. Pihak FAF atau Federasi Sepak Bola Aljazair pun berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan Halilhodzic untuk tetap menjadi pelatih Timnas Aljazair selanjutnya.

Sayangnya, dari pihak Halilhozic sendiri memutuskan untuk tidak melanjutkan jabatan nya itu. Ya, Sang pelatih asal Bosnia memutuskan untuk mundur dari jabatan nya sebagai pelatih Tim Nasional Aljazair, melalui halaman resmi Federasi Sepak Bola Aljazair ia mengaku ingin menerima tantangan baru dalam karirnya.

“Hari ini, setelah tiga tahun menetap di Aljazair, tanggung jawab terhadap keluarga dan juga tawaran untuk mendapatkan tantangan baru sangat membuat keputusan saya untuk mundur sangatlah yakin. Saya meninggalkan tim ini dengan catatan yang baik dan sesuai aturan Federasi Sepak Bola Aljazair “ ucap Halilhodzic dalam laman resmi FAF.

Memang benar apa yang diungkapkan oleh Sang Pelatih, ia meninggalkan catatan baik, meninggalkan catatan sejarah karena untuk pertama kalinya Tim Nasional Aljazair berhasil mencapai babak 16 Besar Piala Dunia dalam sejarah mereka.

Sampai sejauh ini FAF belum memutuskan siapa yang akan menangani Islam Slimani Cs di musim depan.

Paul Scholes Yakin Jika Chelesa Bisa Merebut Trophi Liga Champions

Paul Scholes Yakin Jika Chelesa Bisa Merebut Trophi Liga Champions

Pertandingan demi pertandingan dalam ajang Liga Champions pun sudah dilaksanakan dan terlihat siapakah yang saat ini sedang memuncaki klasemen dalam grupnya masing-masing. Ada 4 tim liga Inggris yang saat ini sedang berjuang penuh untuk dapat bertahan di dalam ajang akbar tersebut sehingga dapat merebut trophi Liga Champions musim ini. 4 tim tersebut adalah Chelsea, Arsenal, Liverpool dan Manchester City. Keempat tim tersebut saling menunjukkan permainan terbaiknya demi memuncaki klasemen sementara dalam grupnya masing-masing. Namun, hanya Chelsea lah yang memuncaki klasemen sedangkan beberapa tim lainnya hanya sebagai runner up dan berada di peringkat tiga. Arsenal berhasil menduduki sebagai runner up sedangkan Liverpool dan Manchester City hanya menduduki posisi 3 dalam klasemen grup sementara.

Paul Scholes pun ikut angkat bicara mengenai ajang liga Champions yang sedang dialami oleh beberapa tim raksasa liga Inggris tersebut. Sebagai mantan pemain Manchester United, Scholes pastinya tahu akan kapasitas tim yang sedang mewakili tim-tim liga Inggris tersebut dalam ajang Liga Champions. Saat diwawancara oleh Soccerway, Scholes mengatakan bahwa hanya Chelsea lah yang kemungkinan besar akan bisa merebut trophi Liga Champions. Pernyataan tersebut memang cukup mencengangkan publik karena pasalnya keempat tim tersebut memiliki kapasitas yang sama sebagai sebuah tim besar liga Inggris yang dapat dilihat baik dari segi manajernya maupun para pemain yang memperkuat tim tersebut.

Pernyataan Scholes ini mungki diambil ketika dia melihat performa dari beberapa tim yang sedang bermain di Liga Champions tersebut. Hasil yang kurang bagus dari Arsenal, Liverpool dan Manchester City lah yang membuat Scholes lebih menjagokan Chelsea untuk dapat trophi bergengsi tersebut. Apa yang dikatakan oleh Scholes ini memang bisa dijadikan suatu kritikan dan motivasi tentunya bagi tim-tim perwakilan liga Inggris yang saat ini sedang mengikuti perhelatan akbar tersebut sehingga dapat tampil apik dalam beberapa pertandingan selanjutnya demi memperbaiki klasemen yang ada.

Selain mengomentari masalah tim liga Inggris yang bermain di liga Champions, Scholes juga mengomentari masalah pertandingan yang akan dilaksanakan oleh Manchester United dan Chelsea. Pertandingan yang besar tersebut tentu akan menyita perhatian banyak publik termasuk Scholes selaku mantan pemain dari Manchester United. Scholes pun ikut memberi masukan mengenai buruknya barisan pertahanan MU dalam beberapa pertandingan terakhir yang membuat mantan timnya tersebut harus menduduki posisi 6 dalam klasemen sementara liga Inggris.

Posisi pertahanan dari MU ini memang sangat rapuh dan terbilang mempunyai koordinasi pemain yang kurang baik sehingga mudah ditembus oleh pemain penyerang lawan. Padahal, di dalam skuad tim MU sendiri memiliki materi pemain belakang yang cukup mumpuni dan juga terkenal sehingga seharusnya dapat memberikan performa yang baik kepada tim dalam mempertahankan gawang mereka agar tidak kebobolan. Scholes memberikan solusi untuk dapat mengatasi masalah lini pertahanan MU tersebut. Scholes mengatakan bahwa Marcos Rojo dan Phil Jones bisa diduetkan untuk mendapatkan performa lini belakang yang apik.

Komentar ‘Bisu’ Ronaldo Soal Messi

Komentar ‘Bisu’ Ronaldo Soal Messi

Saat ini, dunia sepak bola tentu selalu tertuju pada dua pemain bintang yang sangat fenomenal berkat aksi gemilang mereka di lapangan hijau. Ya, siapa lagi jika bukan Cristiano Ronaldo dan Lionelo Messi. Baik CR7 maupun Messi memang memiliki karakter serta gaya bermain yang berbeda, hal inilah yang membuat banyak media selalu membanding-bandingkan kedua mega bintang dunia tersebut. Seperti yang terjadi pada CR7 dimana sang pemain merasa jengah dengan pertanyaan jurnalis mengenai persaingannya dengan Lionel Messi. Hal tersebut tentu sangat beralasan mengingat kedua pemain memang menjadi pusat perhatian baik di lapangan hijau maupun diluar lapangan.

Insiden dimana Ronaldo merasa jengah terjadi dalam sebuah sesi wawancara setelah Real Madrid menggasak Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield dalam penyisihan grup Liga Champions. Awalnya CR7 merasa senang ketika menjawab setiap pertanyaan yang diajukan para jurnalis hingga muncul sebuah pertanyaan yang membuat wajah dan suasana hati sang pemain menjadi berubah 180 derajat. Seorang jurnalis menanyakan persaingannya dengan Messi.

Sontak, Ronaldo pun menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban ketus. Pemain berumur 29 tahun ini pun mengatakan jika ia tidak melawan Messi di lapangan, tetapi Barcelona. Hati CR7 sepertinya semakin memanas ketika sang jurnalis justru mengatakan jika CR7 dan Messi merupakan pemain terbaik dunia sehingga pantas jika keduanya selalu dibanding-bandingkan. Mendengar hal tersebut, Ronaldo pun mengatakan jika semua itu hanya penilaian masing-masing orang dan ia tidak ingin membicarakan mengenai Messi dalam acara tersebut.

Hal tersebut memang tidak mengenakan bagi Ronaldo karena persaingannya dengan Messi memang sudah menjadi rahasia publik. Kedua pemain ini sama-sama rajin dalam mencetak rekor demi rekor fantastis. Seperti yang diketahui, CR7 baru saja mencetak rekor sensasional di La Liga dengan menjadi pencetak gol terbanyak dalam 8 laga awal liga. Eks bintang MU ini berhasil mencetak 15 gol hanya dalam 8 laga La Liga. Sedangkan Messi diketahui sedang berusaha keras untuk memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa di La Liga jika berhasil mencapai gol ke 257. Bagi Messi hal tersebut sangat special karena laga lawan Madrid bisa menjadi kesempatan untuk mencetak rekor tersebut.

Bukan tidak mungkin, persaingan antara CR7 dan Messi semakin memanaskan dunia persepakbolaan saat ini. Apalagi kedua pemain akan bertanding dalam laga bertajuk El Clasico yang dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Melihat kondisi CR7 yang on fire, tampaknya laga ini akan berjalan sangat sengit. Seperti diketahui Ronaldo berhasil mencetak 3 gol pekan ini, termasuk 1 gol saat lawan Liverpool. Sangat patut ditunggu apakah CR7 mampu membuktikan dirinya yang terbaik dengan memberikan kemenangan timnya atas sang rival abadi, Barcelona.

Louis Van Gaal Minati Victor Valdes

Louis Van Gaal Minati Victor Valdes

Nasib Victor Valdes saat ini memang tidak jelas. Setelah kontrak bersama Barcelona berakhir, sang pemain pun berstatus bebas transfer. Kondisi ini diperparah dengan cedera yang dialami oleh pemain berusia 32 tahun ini. Cedera lutut yang dialami saat berseragam Barcelona membuat Valdes beristirahat lebih lama karena memang cukup parah. Sempat dikaitkan dengan tim asal Inggris, Liverpool, namun gagal karena Valdes dikabarkan tidak lolos medis. Hal ini diperkuat dengan pernyataan manajer The Reds, Brendan Rodgers yang mengatakan jika Victor Valdes batal hijrah ke Anfield musim ini. Liverpool pun mencari pengganti Valdes sebagai penjaga gawang The Reds.

Melihat nasib Valdes yang tidak menentu, manajer anyar Manchester United Louis van Gaal menawarkan Valdes untuk tinggal di MU. Di sana Valdes akan mendapatkan perawatan serta pemulihan sebelum nantinya bergabung bersama skuat Setan Merah. Tawaran ini tentu sangat menarik mengingat di MU Valdes bisa bermain bersama sesama pemain Spanyol seperti Juan Mata dan kiper timnas Spanyol David de Gea. Jika memang benar bergabung dengan MU, Valdes kemungkinan besar akan menjadi lapis kedua juniornya di timnas Matador. Kabar ini pun semakin meramaikan tawaran yang dilontarkan beberapa klub kepada Valdes dimana Bayern Munchen bersama Guardiola sempat dikaitkan dengan Victor Valdes.

Kabar ini memang belum diketahui kebenarannya mengingat belum ada kepastian dari kedua kubu untuk menyepakati hal tersebut. Namun jika dilihat dari situs resmi, MU memang benar-benar tertarik untuk memboyong kipper yang telah membawa Barcelona meraih berbagai trofi bergengsi ini. Dalam situs resmi MU, manajer Luis van Gaal telah melakukan penawaran kepada Victor Valdes guna menyelesaikan masa rehabilitasi cedera yang dialami di Manchester United hingga pulih 100 persen dan bergabung bersama klub.

Jika tawaran Louis van Gaal memang benar adanya, bukan tidak mungkin Valdes benar-benar akan bergabung dengan Setan Merah. Namun, semua itu tentu tergantung dari sang pemain apakah menerima tawaran menggiurkan dari sang meneer atau mencari tim lainnya hingga cederanya pulih total. Jika memang bergabung dengan MU, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan Valdes termasuk posisi kipper utama klub. Seperti yang diketahui MU memiliki David de Gea sebagai kiper utama dan hal yang sangat sulit untuk menggeser posisinya karena usia serta kondisi fisik kopatriotnya tersebut jauh lebih bugar.

Hanya Valdes yang tahu kemana ia akan berlabuh. Semua orang tentu tahu jika Valdes merupakan kiper handal dengan berbagai trofi yang diraih bersama Barcelona. Yang pasti, saat ini statusnya masih bebas transfer sehingga banyak kemungkinan yang akan terjadi di depan. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari seorang penjaga gawang hebat, Victor Valdes.