Jumpa Juventus, Atletico Madrid Waspada

Jumpa Juventus, Atletico Madrid Waspada

Kehadiran sejumlah pemain bintang dalam kubu Juventus disebut Caminero sebagai salah satu penyebab sengitnya persaingan dalam memperebutkan puncak klasemen.

Hasil Drawing babak 32 Besar Liga Champions Eropa musim 2014/15 ini telah diumumkan oleh pihak UEFA, setelah diadakan nya drawing pada kamis malam kemarin (28/08) waktu setempat di Monaco, Prancis. Dalam hasil drawing tersebut, Runner Up Liga Champions musim lalu yakni Atletico Madrid terpilih untuk menghuni Group A bersama dengan tiga kontestan lainnya yakni Juventus, Olympiakos dan Malmo FF.

Direktur Olahraga Atletico Madrid yakni Jose Luis Caminero sendiri mengakui bahwa Group A akan menjadi tantangan hebat bagi Los Rojiblancos dalam memperebutkan tiket menuju fase Knock Out, terlebih lagi kehadiran Juventus FC, sang juara bertahan Serie A Italia di tiga musim beruntun yang musim lalu mencatatkan rekor 100 Poin lebih. Meski demikian, Caminero tidak meremehkan dua kontestan lainnya yang masing-masing juga berhasil menjuarai liga di negara mereka.

“Keempat klub yang ada dalam Group A adalah pemenang di liga mereka masing-masing, mereka memiliki pemain hebat, saya yakin itu akan menyulitkan kami untuk bisa lolos ke babak 16 Besar”

“Juventus telah berhasil memenangni Scudetto dalam tiga musim berturut-turut, mereka juga memecahkan rekor poin tertinggi di Serie A, pada musim lalu. Mereka punya sejarah di Liga Champions dan sudah terbiasa dengan Kesuksesan” Ujar Caminero.

Kehadiran sejumlah bintang berpengalaman dalam kubu Juventus juga disebutnya sebagai salah satu ancaman besar.

“Mereka memiliki sejumlah pemain hebat seperti Andrea Pirlo, Buffon, Pogba, Vidal, Llorente dan Tevez, dia pertandingan melawan mereka akan berlangsung sengit” Imbuhnya.

Pep Guardiola Terapkan Aturan Ketat di Bayern

Pep Guardiola Terapkan Aturan Ketat di Bayern

Aturan ketat yang diterapkan eks Pelatih Barcelona itu disebut-sebut sebagai akibat kekalahan dari Real Madrid di babak Semifinal Liga Champions musim lalu.

Bayern Munchen, juara bertahan Bundesliga Jerman itu musim lalu sempat diprediksi akan berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions Eropa yang mereka dapatkan pada musim sebelumnya, terlebih Die Bavarians kala itu berada dibawah penanganan pelatih anyar Pep Guardiola. Sayangnya, ekspektasi tersebut tak berjalan mulus setelah mereka digasak oleh Real Madrid pada babak semifinal dengan total agregat 0-4.

Akibat kegagalan tersebut, kabarnya pelatih Josep Guardiola akan menerapkan aturan baru yang ketat kepada para pemainnya di Bayern. Mulai dari larangan untuk terlambat datang dalam rapat tim, tidak mematuhi gaya berpakaian yang ditetapkan oleh klub, kemudian tidak memasukkan pakaian kotor ke cucian, dan menerima panggilan telefon di lantai pertama markas Latihan Bayern di Sabener Strasse.

Apabila salah satu pemain melanggar peraturan tersebut, maka hukuman nya adalah denda sebesar 250 Juta Euro untuk setiap pelanggaran yang dilakukan, andai kembali diulangi, maka jumlahnya meningkat menjadi satu kali lipat alias seratus persen. Kapten tim yakni Phillip Lahm dipercaya sebagai bendahara yang mengelola semua uang denda tersebut nantinya.

Tidak hanya itu saja, Klub juga akan mendenda para pemainnya yang dianggap berat badannya sudah meningkat berlebih, dan mereka yang terlambat datang ke dalam sesi makan bersama usai latihan juga akan mendapatkan denda yang sama. Poin penting yang kami sebutkan diklaim Guardiola sebagai yang terpenting diantara yang lainnya.

Huni Group Neraka, Ini Kata Manchester City

Huni Group Neraka, Ini Kata Manchester City

Tantangan sulit yang ada di Group E membuat Manchester City merasa lebih tertantang dan bertekad untuk memenangkan setiap pertandingan di kompetisi tahunan tersebut.

Manchester City, juara bertahan Liga Primer Inggris itu dipastikan menghuni Group E di babak 32 Besar Liga Champions Eropa musim ini. Hal tersebut sesuai dengan hasil drawing yang dilakukan oleh pihak UEFA pada kamis kemarin (28/08) waktu setempat di Monaco, Prancis. Dalam Group E nanti, Citizen bakal bersaing dengan tiga klub papan atas lainnya seperti Bayern Munchen, AS Roma dan Olympiakos.

Group E disebut-sebut sebagai salah satu Group Neraka musim ini, dan direktur olahraga Manchester City sendiri yakni Txiki Begiristain, mengakui hal tersebut. Dia mengaku persaingan untuk memuncakki klasemen serta meraih tiket ke Fase Knock Out akan berjalan ketat dan luar biasa.

“Group ini sangat berat, mereka semua adalah tim yang tangguh. Merupakan suatu hal yang luar biasa karena semuanya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik, Group ini akan menjadi group yang luar biasa persaingannya” Ujar Txiki Begiristain kepada media setempat.

Meski demikian, Txiki Begiristain yakin Manchester City akan melenggang baik tahap demi tahap dalam turnamen tersebut, juga dipengaruhi dengan sejumlah punggawa anyar yang mereka datangkan musim ini.

“Kami merasa senang dengan skuat baru yang kami miliki sekarang ini, kami sudah mendatangkan sejumlah pemain yang bagus, dan kami tentu ingin lebih baik lagi berkiprah di Liga Champions. Kami akan berusaha memenangkan setiap laga yang kami lakoni disana” Imbuhnya.

Hadapi AS Roma, Benatia Antusias

Hadapi AS Roma, Benatia Antusias

Benatia mengaku bahwa dia memang berharap bisa berjumpa dengan AS Roma pada babak penyisihan Group karena tak sabar ingin bertemu teman-teman disana.

Bayern Munchen, salah satu klub penguasa Eropa itu dipastikan berada dalam Group E sesuai dengan hasil drawing yang dilakukan UEFA malam tadi (28/08) waktu setempat. Group E adalah salah satu Group neraka yang ada dalam Fase 32 Besar Liga Champions Eropa Musim 2014/15 ini. Dalam Fase Group nanti, Bayern Munchen akan berhadapan dengan tiga Tim papan atas Lainnya yakni Manchester City, CSKA Moskow dan AS Roma.

Tentu saja hasil drawing tersebut menjadi tantangan besar bagi Die Bavarians, terlebih lagi bagi Mehdi Benatia, pasalnya pemain asal Maroko itu akan berhadapan dengan mantan tim nya sendiri sebelum bergabung dengan Bayern, mereka adalah AS Roma.

Defender berusia 27 tahun itu sendiri merasa antusias karena akan berjumpa dengan rekan-rekan nya saat bertanding melawan AS Roma nanti, dia merasa tidak sabar melakoni pertandingan tersebut.

“Saya merasa senang dengan hasil drawing ini, saya memang sudah berharap kami bisa berjumpa dengan AS Roma, jadi saya bisa bertemu dengan rekan-rekan saya lagi disana, itu akan menjadi pertandingan yang luar biasa” Ujar Benatia kepada salah satu media Jerman.

Soal persaingan ketat yang akan terjadi Di Group E, Kapten Die Roten yakni Philipp Lahm sendiri mengakui hal tersebut, terutama karena kehadiran Manchester City sebagai juara Premier League musim lalu.

“Ini tidaklah group yang mudah, kami bermain dengan tiga tim bagus sekaligus, termasuk juara liga primer Inggris musim lalu, Manchester City. Ini adalah tugas yang berat, terutama ketika melakoni laga tandang” Ujar Lahm.

Di Maria Optimis Gunakan Nomor Punggung 7 di MU

Di Maria Optimis Gunakan Nomor Punggung 7 di MU

Di Maria mengaku bahwa Manchester United yang menginginkan dia menggunakan Nomor keramat tersebut supaya bisa memenuhi ekspektasi yang diberikan.

Angel Di Maria, Winger Tim Nasional Argentina itu telah resmi bergabung dengan Manchester United, didatangkan dari Real Madrid CF dengan nilai transfer sebesar 59,7 Juta Poundsterling. Ya, Kedatanga Di Maria sekaligus memecahkan rekor transfer klub raksasa Liga Primer Inggris tersebut sebagai pemain termahal yang pernah didatangkan dan pemain termahal di Sepanjang Sejarah Liga Primer.

Tentu saja banyak pihak yang berharap pada tuah Winger bertenaga kuda itu, apalagi kubu Setan Merah yang menjalani tiga laga awal musim yang buruk. Bahkan, saking berharap nya dengan kehadiran Di Maria, Manchester United mempercayakan Jersey bernomor punggung 7 untuk sang rekrutan anyar. Ya, Di Maria menjadi penerus Antonio Valencia yang dinilai telah gagal menggunakan Jersey kebanggaan klub tersebut.

Di Maria sendiri mengaku siap memenuhi ekspektasi Nomor punggung yang diberikan kepadanya, berharap bisa meraih sukses layaknya yang dilakukan oleh Cristiano Ronaldo sebelumnya.

“Saya tahu dan sadar akan pentingnya menggunakan Jersey bernomor punggung 7 ini, saya ingin mengenakannya segera dan bermain maksimal seperti yang telah dilakukan oleh Ronaldo juga para Legenda lain yang juga mengenakan Jersey ini”

“Klub yang menginginkan saya menggunakan nomor ini, dan saya berharap bisa memenuhi ekspektasi mereka, saya datang kesini untuk tim, saya ingin bermain di mana saja yang diinginkan Manajer” Ujar mantan pemain Benfica SL tersebut.

Di Maria kabarnya akan langsung menjalani debutnya di akhir pekan ini kontra Burnley, dia diharapkan bisa mendobrak kiprah setan merah yang baru saja menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang.

Xabi Alonso Sepakat Gabung Bayern Munchen

Xabi Alonso Sepakat Gabung Bayern Munchen

Die Bavarians mengaku akan berusaha merampungkan transfer tersebut dalam dua hari ke depan, rencananya Alonso bakal menggantikan peran dari Javi Martinez.

FC Bayern Munchen, juara bundesliga Jerman itu memang baru saja berhasil mendatangkan seorang defender handal, dia adalah pemain asal Maroko yang sebelum membela AS Roma yakni Mehdi Benatia. Benatia diklaim akan menambah kekuatan lini pertahanan Die Roten yang kita ketahui memang terbilang buruk di musim lalu. Namun, ternyata skuat asuhan Pep Guardiola itu masih butuh mendatangkan pemain lain, terutama pemain tengah untuk menutupi posisi yang ditinggalkan sejumlah pemainya karena cedera.

Ya, mulai dari Javi Martinez, kemudian Bastian Schweinsteiger dan Thiago Alcantara, ketiga pemain tersebut harus absen dalam waktu lama karena dibekap oleh cedera, alhasil Bayern harus mendatangkan setidaknya satu pemain untuk menutupi itu.

Nah, kabar terbaru yang kami dapatkan dari alamat twitter resmi FC Bayern Munchen, mereka ternyata telah mencapai kesepakatan secara personal dengan Gelandang Veteran Real Madrid CF yakni Xabi Alonso, sayangnya kesepakatan ini belum sepenuhnya resmi, namun demikian mereka berusaha untuk merampungkannya dalam dua hari ke depan.

“Kami saat ini sedang bernegosiasi dengan Xabi Alonso dan Real Madrid, tapi secara personal, kami sudah mencapai kata sepakat dengan sang pemain. Kami akan berusaha merampungkan transfer ini dalam dua haru mendatang” Tulis Juara bertahan Bundesliga Jerman itu melalui alamat twitter resmi mereka.

Xabi Alonso sendiri baru saja menyudahi karirnya di Level Internasional Bersama Timnas Spanyol, kuat dugaan keputusan itu terkait dengan kepindahannya menuju Allianz Arena.

Villa 2000 Sukses Bekap Timnas U-19 B

Villa 2000 Sukses Bekap Timnas U-19 B

Adalah Sony Ardiansyah yang menjadi pencetak gol tunggal dalam laga ujicoba tersebut sekaligus memastikan kemenangan tim Villa 200 atas Timnas Indonesia U-19 b.

Tim Nasional Garuda Jaya atau yang lebih dikenal sebagai Tim Nasional U-19 kini dibagi menjadi dua bagian, yang mana bagian kedua atau bagian B, petang tadi (28/08) menjalani laga ujicoba melawan salah satu klub divisi utama Liga Indonesia 2014 yakni Villa 2000. Meski menyandang predikat sebagai tim yang diunggulkan, demam panggung ternyata membuat skuat besutan Rudy William Keeltjes tersebut kalah, Villa 2000 sukses mencetak satu gol keunggulan yang kemudian bertahan sampai laga usai.

Alur pertandingan sebenarnya berimbang, bahkan beberapa kali Tim Nasional U-19 B menyerang pertahanan Villa 2000, sayannya tiap serangan yang mereka lancarkan berujung buntu alias hanya sebatas peluang saja.

Sedangkan Tim Villa 2000 yang memang unggul pengalaman karena telah melang-lang buana di berbagai kompetisi sukses membuka keunggulan pada menit ke 29, adalah Sony Adriansyah, pemain tersebut berhasil meloloskan diri dari jebakat offside, kemudian mencetak gol ke gawang Timnas Garuda Jaya, skor pun berubah menjadi 1-0, Villa 2000 unggul.

Tertinggal satu gol, pertandingan yang berlangsung di Pusat Pelatihan Tim Muda PSSI semakin sengit. Timnas U-19 terlihat mulai bisa mengatur ritme permainan mereka, sayangnya sampai babak pertama usai tak satupun gol yang bisa mereka cetak untuk menyamakan kedudukan.

Di Babak kedua, jalan nya pertandingan tak jauh berbeda, namun skor 1-0 masih tetap tak berubah sampai laga usai. Hasil akhir tetap 1-0, dan tentu saja hasil ini bisa menjadi pelajaran bagi Timnas U-19 B kedepannya.

Rakitic Sebut Messi Terbaik Dalam Sejarah

Rakitic Sebut Messi Terbaik Dalam Sejarah

Mantan kapten Sevilla FC itu memang menuturkan pujian nya kepada La Pulga, tapi Xavi Hernandez adalah pemain idolanya di Barcelona.

Ivan Rakitic, Playmaker asal Kroasia itu akhirnya resmi bergabung dengan FC Barcelona, dia bahkan sudah menjalani debut di La Liga Spanyol musim ini bersama Blaugrana dan menjadi salah satu kunci kemenangan Barca atas Elche akhir pekan lalu.

Karena sudah beberapa pekan menjalani latihan dan pertandingan bersama Barca, Rakitic tentu sudah mulai mengenal para punggawa raksasa La Liga itu apalagi yang sudah tidak asing lagi baginya seperti Lionel Messi.

Dalam sebuah jumpa pers jelang laga kontra Villareal akhir pekan ini, Rakitic kembali menuturkan sanjungan nya untuk kapten Tim Nasional Argentina itu. Menurut sang gelandang, Lionel Messi adalah sosok pemain terbaik dunia bahkan terbaik dalam sejarah sepak bola, tidak perlu ada hal lagi yang perlu dibicarakan tentang kemampuan La Pulga diatas lapangan.

“Saya selalu melihat Lionel Messi dalam bentuk dan performa terbaiknya, dia adalah sosok pemain terbaik dunia, pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, bahkan tidak ada lagi yang perlu dibicarakan tentang kemampuannya” Ujar eks kapten Sevilla itu.

Meski melontarkan pujian besar untuk Lionel Messi, Rakitic ternyata mengidolakan sosok lain dalam tim barunya ini, dan pemain tersebut adalah Xavi Hernandez sang Play Maker Los Catalans.

“Kita semua tahu bagaimana seorang Xavi Hernandez, bagaimana kehadiran nya di ruang ganti, dia adalah Idola saya, dan saya menikmati latihan dengan dia, setiap hari bagi saya adalah pelajaran berharga” Imbuhnya.

Origi Ungkap Alasan Gabung Liverpool

Origi Ungkap Alasan Gabung Liverpool

Wonderkid asal Belgia itu mengaku banyak tawaran yang datang dari sejumlah klub papan atas Eropa, tapi dia akhirnya memilih Liverpool dengan hati, tanpa penyesalan.

Liverpool, raksasa Liga Primer Inggris itu telah mendatangkan 8 Pemain anyar dalam bursa transfer musim panas ini, dimana salah satunya adalah Divock Origi. Ya, Wonderkid asal Belgia yang sebelumnya milik Lille OSC itu resmi menyandang status sebagai pemain Liverpoool FC namun demikian dia harus menjalani masa pinjaman terlebih dahulu bersama Lille.

Ternyata, ada kisah dibalik proses kepindahan nya menuju Liverpool, ada banyak tawaran yang telah ditolaknya demi The Kops, termasuk Tottenham Hotspurs dan sejumlah klub papan atas Eropa.

“Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memutuskan klub mana yang akan saya bela selanjutnya, tapi ternyata ada banyak klub yang berminat dengan saya, klub-klub besar di Spanyol, Jerman, Italia dan Inggris. Tapi impian saya sejak lama adalah bermain di Liga Primer, saya juga sempat berkunjung ke Tottenham, tapi dari semua klub yang tertarik kepada saya, saya akhirnya memilih Liverpool”

“Pelatih tim itu sering menghubungi saya, dia juga mengundang saya untuk datang ke klubnya, menunjukkan video-video laga yang saya mainkan sejak masih bermain untuk tim U-15, dan mereka tahu banyak tentang saya, dari orang yang menganalisis Video tersebut sampai juru masak klub. Ayah saya sempat member saran kepada saya agar memilih dengan hati, dan saya akhirnya memilih Liverpool tanpa ada penyesalan sedikitpun” Ujarnya jelas kepada salah satu media Inggris.

Origi sendiri ditebus dengan mahar senilai 12 Juta Pounds dan dengan durasi kontrak 5 tahun.

David Luiz juga Ucapkan Permohonan Maaf

David Luiz juga Ucapkan Permohonan Maaf

Selain Scolari, Defender anyar Paris Saint-Germain yakni David Luiz juga turut mengucapkan permohonan maafnya atas kekalahan telak dari Jerman, dan mengakui bahwa Die Panser memang tim yang lebih unggul.

Rakyat Brasil kini sedang dilanda kesedihan yang mendalam terkait dengan kegagalan Pasukan Luiz Felipe Scolari melaju ke babak Final Piala Dunia 2014 usai dikalahkan Jerman. Bukan hanya kesedihan yang biasa, karena pertandingan bertajuk Semifinal itu berakhir dengan kedudukan 1-7, kemenangan telak Tim Nasional Jerman atas tuan rumah Brasil.

Tentu saja kekalahan tersebut sangatlah menyakitkan bagi skuad Selecao, terlebih baru pertama kali dalam sejarah mereka menelan kekalahan sebanyak itu di Turnamen Elit seperti Piala Dunia, dan berlangsung di Negara mereka sendiri.

Semua kontingen Brasil kini sedang dilanda kesedihan dan hanya bisa menuturkan kata maaf kepada warga Brasil juga para pendukung mereka di manapun termasuk David Luiz yang menjadi kapten tim dalam laga tersebut.

“Kami minta maaf kepada semua orang, kepada semua warga Brasil. Saya hanya ingin memberikan kebahagiaan pada kalian yang telah menderita, sayangnya kami gagal, maafkan saya atas semua ini, sejujurnya saya ingin melihat warga kami tersenyum lebar” Tutur sang Defender anyar Paris Saint-Germain itu.

Selebihnya eks Punggawa Chelsea itu mengakui kehebatan Jerman, mengakui bahwa Jerman memang lebih unggul daripada Tim samba.

“Jerman memang lebih baik daripada kami, mereka bermain lebih baik, ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kami, tapi ini juga merupakan hari dimana kami belajar dari pengalaman” Imbuhnya.

Dengan demikian, Brasil gagal mendapatkan titel juara Dunia untuk yang keenam kalinya.