Jese Rodriguez Wonderkid Madrid Inginkan Ballon d’Or

Ballon-dOr-2013

Jese Rodriguez, seorang pemuda asal Spanyol yang penuh dengan Ambisi, bahkan ia memimpikan penghargaan tahunan FIFA Ballon d’Or di masa mendatang.

Real Madrid harus bersyukur karena mereka memiliki salah satu pemain muda terbaik asal spanyol, siapa lagi kalau bukan Jese Rodrigues. Meski baru menginjak usia 20 tahun, ia sudah mampu memberikan kontribusi yang cukup baik bersama dengan Real madrid, bahkan ia dikatakan sebagai salah satu calon bintang oleh Mega Bintang Los Blancos “Cristiano Ronaldo”. Mendapatkan banyak pujian dan bermain gemilang, Jese pun mengaku bahwa dirinya memimpikan Penghargaan sebagai pemain terbaik dunia yaitu FIFA Ballon d’Or.

“Saya memimpikkan untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or itu dalam waktu empat tahun kedepan” pungkasnya kepada salah satu media Spanyol.

Siapa saja memang pantas untuk memenangkan penghargaan tersebut selama bisa berkontribusi besar dan juga tampil apik, membawa prestasi bagi klub dan juga kriteria lainya termasuk Jese Rodrigues sendiri.

Namun tentu bukanlah hal yang mudah memenangkan penghargaan tersebut karena banyak sekali pemain bintang yang ada Di Eropa, apalagi Real Madrid. Ya, Jese harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa bersaing mendapakan posisi di skaud Ekslusif Carlo Ancelotti, ia harus bersaing dengan Gareth Bale yang baru saja pulih dari Cedera.

“Dia (Bale) tentu adalah pilihan utama, dan saya harus bekerja ekstra keras untuk tetap dimainkan” imbuh Jese.

Tidak hanya itu saja, selain akan berusaha lebih keras lagi, Jese Juga mengatakan bahwa dia telah menargetkan sepuluh gol dalam musim ini.

“Target pertama saya adalah 10 gol di musim ini, saya percaya akan kemampuan saya, tapi saya tetap menghormati rekan-rekan saya” tutup Jese.

Van Persie Alami Kecelakaan di Brasil

Van Persie Alami Kecelakaan di Brasil

Pihak KNVB selaku Federasi Sepak Bola memastikan Kondisi Van persie dan Daryl dalam keadaan baik-baik saja.

Skuad Tim Nasional Belanda telah tiba di Brasil terkait dengan persiapan turnamen Piala Dunia 2014 yang akan berlangsung sebentar lagi. Tak lama setelah tiba di brasil, para pendukung Tim Oranje sempat dibuat khawatir dengan kecelakaan yang dialami oleh Duo Punggawa Timnas Belanda, mereka adalah Robin van Persie dan Daryl.

Ya, sang kapten mendapati sebuah kecelakaan kecil ketika berkunjung ke sebuah pantai terkenal yang letaknya di kota Rio De Janeiro, Brasil. Baik van Persie dan Daryl sama-sama terkena hantaman selancar layang yang tengah melintas dekat dengan mereka. Akibatnya Van Persie dan Deryl mengalami sedikit luka lecet dan Sakit kepala akibat benturan yang cukup keras itu.

Untungnya, pihak Federasi Sepak Bola Tim Nasional Belanda atau yang lebih dikenal dengan KNVB memastikan bahwa kondisi kedua pemain nya itu baik-baik saja.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang itu” Tulis pernyataan resmi KNVB dalam situs mereka.

Sebelumnya, Para fans Timnas Belanda sempat dikhawatirkan dengan kondisi cedera kunci Paha yang dialami Van Persie, namun semua sudah dalam kondisi baik-baik saja.

Belanda sendiri tengah bersiap menghadapi Tim Nasional Spanyol yang bakal menjadi lawan pertama mereka di Fase Group Piala Dunia 2014. Laga Big Match yang mempertemukan Finalis Piala Dunia 2010 itu akan berlangsung di Arena Fonte Nova, Salvador 14 Juni mendatang.

Presiden UEFA Berharap Juve Pasang Tiga Bintang

Presiden UEFA Berharap Juve Pasang Tiga Bintang

Legenda Juventus dan Timnas Prancis yakni Michael Platini berharap agar Juventus memasang bintang ketiga pada Jersey klub setelah sukses memenangi Scudetto ke 30.

Juventus FC telah berhasil memenangkan titel Juara Serie A Italia musim 2013/14 ini, dan keberhasilan itu tidak hanya sekedar menandakan bahwa mereka telah sukses meraih treble scudetto dalam tiga musim saja, tetapi juga merupakan Scudetto ke 30 ‘resmi’ dalam sejarah klub. Atas fakta tersebut, pihak Bianconeri berhak menaruh satu bintang lagi alias bintang ketiga pada Jersey klub mereka musim 2014/15 mendatang.

Namun, seperti kabar yang belum lama ini beredar, presiden klub Juve yakni Andrea Agnelli sendiri mengaku bahwa Juventus enggan menaruh bintang ketiga tersebut. Keputusan itu sangat disayangkan oleh Legenda mereka yang kini menjadi Presiden UEFA yakni Michael Platini, menurut sang presiden Otoritas Sepak Bola tertinggi di Eropa itu, Juventus harus memasang bintang yang ketiga pada jersey klub karena itu akan sangat menyenangkan baginya.

“Tidak ada bintang ketiga? Mereka telah sah mendapatkan titel ke 30, jadi mereka harus memasang bintang ketiga itu. Saya memahami perasaan Andrea Agnelli, dia bosnya. Tapi saya akan sangat senang jika Juve memasang bintang ketiga pada Jersey mereka musim depan” Tutur Platini

Tidak hanya itu saja, ia juga menuturkan bahwa Juventus sudah membuktikan kualitas mereka meski harus tersingkir di dua kompetisi Eropa.

“Juventus punya pemain dengan fisik yang kuat, agresif dan ofensif, Scudetto ketiga secara beruntun sudah membuktikan kualitas mereka yang lebih baik di Eropa dan juga punya keberuntungan” Imbuh Platini.

Daley Blind Rekrutan Bagus bagi Van Gaal

Daley Blind Rekrutan Bagus bagi Van Gaal

Sempat beberapa tahun menjadi pemain dibawah arahan nya membuat Van Gaal yakin bahwa Daley Blind adalah rekrutan bagus bagi Setan Merah.

Manchester United baru saja mengumumkan bahwa mereka sudah berhasil mendatangkan seorang Striker kelas dunia dari AS Monaco yakni Radamel Falcao dengan status pinjaman. Di saat yang bersamaan, United juga mengumumkan keberhasilan mereka mendatangkan seorang gelandang handal Tim Nasional Belanda yakni Daley Blind, usai tercapainya kesepakatan dengan pihak Ajax Amsterdam untuk mahar senilai 16 Juta Poundsterling.

Ya, Blind yang tampil maksimal dalam Turnamen Piala Dunia 2014 kemarin resmi menjadi bagian dari Manchester United. Tentu itu menyenangkan beberapa pihak, termasuk pelatih Louis Van Gaal yang kenal baik dengan rekrutan barunya itu. Menurut sang Manajer, Blind yang bisa berposisi dimana saja akan menjadi keuntungan sendiri bagi Setan merah.

“Saya senang dengan Daley Blind yang telah bergabung ke klub ini, dia adalah seorang pemain sepak bola yang cerdas dan bisa bermain di berbagai posisi” Ujar sang pelatih dalam situs resmi klub.

Keuntungan lain nya adalah Blind pernah berada dibawah asuhan Louis Van Gaal selama beberapa tahun, baik ketika Sang Meneer menangani timnas Belanda ataupun menangani Ajax Amsterdam.

“Daley Bisa membaca permainan dengan baik, dia sudah bermain dibawah filosofi saya selama bertahun-tahun, dia akan jadi tambahan yang bagus untuk skuat saya” Imbuhnya.

Blind secara otomatis menjadi rekrutan ke-5 Manchester United dalam bursa transfer musim panas ini setelah Luke Shaw, Ander Hererra, Marcos Rojo dan Angel Di Maria.

Hubungan Cech dan Courtois Baik-Baik Saja

Hubungan Cech dan Courtois Baik-Baik Saja

Berbeda dengan ketika di Atletico Madrid, Courtois mengaku hubungan nya dengan Cech begitu luar biasa meski mereka harus bersaing merebut posisi inti.

Thibaut Courtois, Penjaga gawang belia Tim Nasional Belgia itu akhirnya dipilih oleh Jose Mourinho untuk menjadi penjaga gawang inti bagi Chelsea di musim ini. Tentu saja, dia sudah berhasil menyingkirkan Petr Cech yang sudah selama bertahun-tahun menjadi kiper utama dan tetap bagi The Blues. Yang jadi pertanyaan publik sekarang adalah, bagaimana hubungan antara Courtois dengan Cech ?

Ternyata, hubungan keduanya baik-baik saja, hal tersebut diungkapkan oleh Courtois sendiri kepada salah satu media Setempat. Dia merasakan hal yang berbeda ketimbang berada di Ateltico Madrid, karena dia memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan kiper lain di Eks Klub nya tersebut.

“Petr Cech adalah seorang penjaga gawang yang fantastis, jadi ini persaingan yang ketat untuk mendapatkan tempat di Posisi utama”

“Saya ingat ketika menjalani beberapa tahun dengan kiper lain, hubungan diantara kami kurang baik, dia tidak berbicara dengan saya, tidak ada canda atau tawa, tapi saya menegaskan bahwa disini, di Chelsea dengan Petr Cech, semuanya luar biasa” paparnya kepada media tersebut.

Seperti yang kita tahu, Courtois dipanggil untuk kembali ke Chelsea usai menjalani masa pinjaman selama tiga musim yang sangat fantastis bersama Atletico Madrid. Puncaknya adalah dia berhasil membawa klub tersebut melangkah ke Final Liga Champions Eropa musim lalu dan menjuarai La Liga Spanyol juga Piala Super Spanyol.

Dia langsung dipilih Jose Mourinho untuk mengawa gawang tim utama Chelsea.

Didier Drogba Ternyata Sempat Nyaris Gabung Arsenal

Didier Drogba Ternyata Sempat Nyaris Gabung Arsenal

Pelatih asal Prancis itu menyesal bukan soal ketajaman sang Striker saja akan tetapi performanya yang kerap menjebol gawang Arsenal selama membela Chelsea.

Didier Drogba, siapa yang tidak mengenal striker veteran asal Pantai Gading itu, dia sempat mencicipi masa sukses dan kejayaan nya kala masih bermain untuk Chelsea FC. Didatangkan dari Le Mans pada tahun 2004 silam, Drogba langsung menjelma menjadi salah satu striker terbaik dunia yang haus akan gol, bahkan dialah mesin gol bagi Chelsea pada saat itu. Drogba juga menjadi alasan kesuksesan The Blues dalam satu periode terakhir ini.

Nah, ternyata ada fakta baru yang diungkit oleh Arsene wenger soal striker pantai gading tersebut. Ya, Drogba ternyata sempat nyaris saja bergabung dengan Arsenal sebelum berseragam Chelsea karena Wenger mengakui sudah tahu bakat yang dimiliki sang Striker bahkan sebelum Chelsea mengetahuinya. Tentu saja, Manajer asal Prancis itu merasa menyesal karena tidak mendatangkan Drogba ke Emirates Stadium.

“Yang pertama, saya menyesal karena kehilangan dia kala masih bermain untuk Le Mans di Prancis, bahkan dia tidak berada di sebuah kompetisi top. Saya tahu potensi yang dimilikinya, dan saya merasa benar-benar kehilangan”

“Yang kedua, adalah karena dia begitu sering mencetak gol ke gawang kami di pertandingan pertandingan besar. Rasa sakit ini semua harusnya tidak terjadi jika saya mendatangkannya” Ujar wenger kepada salah satu media Inggris.

Drogba sendiri kini sudah berada di Chelsea lagi usai didatangkan dari Galatasaray SK, banyak trofi yang ia menangkan selama bersama Chelsea.

David Ospina Mulai Kerasan di Arsenal

David Ospina Mulai Kerasan di Arsenal

Penjaga gawang Tim Nasional Kolombia itu menegaskan bahwa dirinya sudah 100 persen pulih dari Cedera yang sempat menimpa dan dalam kondisi sangat fit.

Arsenal sukses mendatangkan sejumlah pemain dalam bursa transfer musim panas kemarin untuk mengisi posisi di beberapa sektor, salah satunya adalah sektor penjaga gawang. Ya, Meriam london berhasil mendatangkan Kiper andalan tim Nasional Kolombia yakni David Opsina dari Nice.

Well, pemain yang didatangkan dengan mahar senilai 4 Juta Poundsterling itu sendiri mengaku mulai kerasan berada di Arsenal meski sejauh ini dia masih kalah saing dengan Wojciech Szczesny. Ospina juga mengaku bakal mendapatkan kesempatan yang diberikan pelatih untuk menunjukkan kapasitasnya.

“Saya merasa sangat baik disini, dan bisa menyesuaikan diri dengan baik. Di Arsenal, anda harus benar-benar konsentrasi pada pekerjaan anda, karena klub telah memberikan semua yang anda inginkan. Begitu hal tersebut tercapai saya akan bekerja keras untuk bisa memanfaatkan semua kesempatan yang ada nanti” Paparnya melalui halaman resmi Arsenal.

Lebih lanjut, Ospina menjelaskan kondisi fisiknya yang sempat bermasalah karena cedera.

“secara fisik, sekarang saya merasa sangat kuat, 100 persen pulih dari cedera yang sempat menimpa saa. Saya mendapatkan masalah ketika baru datang kesini, dan itu bukanlah situasi yang ideal. Cedera sama sekali tida membantu anda ketika sedang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan tim bru, tapi saya bersyukur, karena kondisi saya sudah lebih baik sekarang ini” Imbuh Ospina.

David Ospina Ramirez, 26 tahun, didatangkan dari Nice FC pada bursa transfer musim panas kemarin menyusul performa gemilangnya bersama Timnas Kolombia di Piala Dunia 2014, dan juga kepergian Lucas Fabianski.

Bertandang ke San Siro, ini Kata Allegri

Bertandang ke San Siro, ini Kata Allegri

Menurut mantan pelatih AC Milan itu, pasukannya akan bertanding dengan performa yang lebih baik dibandingkan laga-laga yang dilakoni sebelumnya.

Pelatih Juventus FC, Massimillano Allegri akan menghadapi laga yang terbilang cukup sulit pada minggu dinihari nanti (21/09), yakni laga melawan mantan klubnya sendiri, AC Milan. Ya, pertandingan Classic Big Match Serie A Italia itu akan berlangsung di San Siro Stadium.

Sepertinya pertandingan akan berjalan lebih sulit lagi karena I Bianconneri kehilangan dua pemain vital mereka yang tengah mengalami cedera yakni Andrea Barzagli dan Andrea Pirlo.

Meski demikian, Allegri optimis bisa memenangkan partai tersebut, dan dia yakin tim nya bakal bertanding lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya. Allegri juga yakin, pertandingan yang akan berlangsung di San Siro Stadium itu akan berlangsung Istimewa.

“Saya pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi juara di San Siro, dan akhir pekan ini bakal menjadi sebuah momen yang istimewa bagi saya dan Juventus akan memainkan laga tersebut lebih baik dibanding laga lainnya” Papar pelatih yang dipecat AC Milan musim lalu itu.

Lebih lanjut, Allegri mengaku bahagia bisa menjadi Allenatore Juventus, dan dia siap membuat para Juventini bahagia dengn menampilkan yang terbaik di Milan.

“Para tifosi Juventus menyambut saya dengan sangat baik disini, saya bangga bisa menjadi manajer tim Hitam-Putih ini, besok kami akan mempertontonkan permainan terbaik kami untuk membuat para Juventini bahagia” Imbuhnya.

Sejauh ini, Juventus dibawah asuhan Massimilliano Allegri belum menelan kekalahan, termasuk dalam laga pembuka Liga champions Eropa kontra Malmo FF.

Arsenal Bekuk Aston Villa Di Villa Park

Arsenal Bekuk Aston Villa Di Villa Park

Gol perdana rekrutan anyar Danny Welbeck dan Gol bunuh diri dari Aly Cissokho mewarnai kemenangan Meriam London di Villa Park Stadium, Birmingham.

Arsenal berhasil memperbaiki poin mereka di klasemen Liga Primer Inggris musim ini usai meraih kemenangan saat bertandang ke markas Aston Villa di Matchdays ke-5 Liga Primer musim ini. Pertandingan yang berlangsung di Villa Park, Birmingham itu sukses dimenangkan skuat asuhan Arsene wenger dengan skor telak 0-3.

Rekrutan anyar, Danny Welbeck akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya bagi Arsenal. Tapi kemenangan tersebut juga diwarnai dengan gol bunuh diri Aly Cissokho.

Sebenarnya, pertandingan ini diwarnai dengan saling adu serangan di menit-menit awal pertandingan. Bahkan Arsenal nyaris saja kebobolan lebih dulu karena blunder yang dilakukan oleh Penjaga gawang Wojciech Szczesny, berniat untuk mengumpan Fabian Delph, bola malah jatuh di kaku Agbonhalor yang dengan sigap melepaskan tendangan keras, beruntung kiper Polandia itu sukses mengantisipasi bola.

Akhirnya ketika laga sudah berjalan setengah jam lamanya, Gunners sukses mencetak 3 gol sekaligus dalam waktu 3 menit. Gol pertama dicetak Mesut Ozil di menit ke 31 usai memanfaatkan kerja sama antara Welbeck dan Chamberlain.

Semenit berselang, Eks Real Madrid tersebut menjadi Assist dari goal yang dicetak oleh Danny Welbeck. Sedangkan di menit ke 33, Aly Cissokho ceroboh mengantisipasi sepakan dari Keiran Gibbs, bola yang harusnya dibuang keluar malah diarahkan ke gawang sendiri, skor 0-3. Arsenal memimpin.

Setelah itu, tak ada gol lagi yang tercipta, bahkan di babak kedua, padahal Arsenal lebih banyak mendapatkan peluang dibanding babak pertama.

Cara Unik Alves Melawan Aksi Rasisme

Cara Unik Alves Melawan Aksi Rasisme

Rasis adalah tindakkan yang kerap menghiasi jagat sepakbola. Aksi rasis adalah tindakkan tidak terpuji segelintir suporter kepada pemain yang mereka tidak sukai. Lalu, bagaimana cara untuk melawan hal tersebut. Salah satu cara adalah dengan tidak memperdulikannya. Hal itu nampaknya berjalan efektif, seperti sebuah insiden yang terjadi pada pemain Barcelona, Dani Alves.

Pada laga Barcelona kontra Villarreal, akhir pekan kemarin, laga berlangsung dramatis dimana Blaugrana berhasil menang dengan skor tipiss 3-2. Dan sebuah kejadian unik terjadi pada menit 75.

Kala itu, Alves yang tengah mengambil sepak pojok. Tiba-tiba sebuah pisang masuk ke dalam lapangan. Bukannya marah dan kesal, Alves menujukkan reaksi berbeda.

Full-back Barcelona itu tertangkap kamera mengambil dan memakan pisang tersebut. Apa yang dilakukan Alvez mendapatkan pujian karena dianggap efektif untuk melawan tindakan rasisme.

“Seseorang melempar pisang ke Dani Alves. (Dia) mengambilnya, mengupasnya, dan memakannya, lalu mengambil tendangan pojok. Respons luar biasa,” ucap mantan pemain Barcelona, Gary Lineker.

Pisang adalah benda populer yang digunakan dalam tindakan rasisme. Hal tersebut sempat menimpa mantan pemain Real Madrid, Roberto Carlos, di Liga Rusia.

Perlu kita ketahui, Alves sendiri telah menjadi target rasisme di Spanyol dalam 12 tahun terakhir. Terakhir, mantan pemain Sevilla itu sempat mengajukan protes usai laga final Copa Del Rey kontra Real Madrid, Januari 2013 lalu.

Pada laga kemarin, Barcelona yang tertinggal 0-2 lebih dulu, berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2. Dan Alves pun ikut andil dalam salah satu gol Los Azulgrana.

Dengan kemenangan tersebut, Barcelona terus menguntit sang pemuncak klasmen, Atletico Madrid, dengan selisih empat poin.