Asosisasi Sepak Bola Argentina Didenda FIFA

Asosisasi Sepak Bola Argentina Didenda FIFA

AFA sebagai Asosiasi Sepak Bola Argentina harus merogoh kocek sebesar 196.000 Poundsterling akibat tidak hadirnya pemain di dalam konferensi pers Pra laga kontra tim Nasional Belanda.

Argentina telah berhasil melanjutkan kiprah mereka di turnamen Piala Dunia 2014 dengan memenangkan babak Semifinal kontra Timnas Belanda. Kebahagiaan saat ini sedang menyelimuti para punggawa Les Albiceleste yang berhasil untuk pertama kalinya melangkah ke babak final Piala Dunia 2014 setelah terakhir kali pada tahun 1990 Silam. Namun di satu sisi mereka harus rela kehilangan sejumlah dana karena adanya pelanggaran yang dilakukan sebelum laga Semifinal kontra Belanda.

Menurut penuturan Komisi Disiplin FIFA, Argentina telah melanggar aturan kompetisi terkait dengan Media dan pemasaran, yang mana dalam sebuah konferensi Pers, tim harus setidaknya menghadirkan satu pemain saja didalamnya. Konferensi Pers Pra Laga kontra Belanda ternyata hanya dihadiri oleh pelatih Alejandro Sabella dan sejumlah Staff Pelatih, tidak ada satu pemain pun dari kubu Tim Nasional Argentina yagn hadir dalam konferensi pers tersebut.

Akibatnya, FIFA menurunkan sanksi untuk Asosiasi Sepak Bola Argentina yang kita kenal dengan Sebutan AFA, dan menurut informasi yang kami dapatkan, AFA harus mengeluarkan dana sebesar 196.000 Poundsterling atas pelanggaran tersebut.

Tapi tentu saja dana sebesar itu tidak menjadi masalah, karena sekarang Argentina telah berhasil mencatatkan sejarah baru, melangkah ke babak Final di kandang Musuh Bebuyutan mereka sendiri yakni Brasil.

Les Albiceleste akan kembali mengulang Final Piala Dunia tahun 1990 Silam yakni bertemu dengan Timnas Jerman yang sebelumnya sukses menyingkirkan Brasil di semifinal dengan skor telak 7-1.

Mengaku Lelah, Sterling Malah Berpesta Sampai Pagi

Mengaku Lelah, Sterling Malah Berpesta Sampai Pagi

Liverpool FC dan Tim Nasional Inggris beberapa waktu lalu sempat bertikai, hal tersebut disebabkan oleh salah satu pemain mereka yakni Raheem Sterling. Pemain kelahiran Kingston, Jamaika itu meminta kepada pelatih Tim nasional Inggris yakni Roy Hodgson untuk diistirahatkan alias duduk di bangku cadangan dalam lanjutan babak kualifikasi piala Euro 2016 kontra, alasannya adalah karena kelelahan, padahal rencananya Sterling akan jadi starter dalam laga melawan estonia kemarin.

Sterling kelelahan karena menjalani musim ektra sibuk, antara lain membela Liverpool di Liga primer dan Liga Champions Eropa, kemudian berlanjut membela Tim nasional Inggris dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Euro 2016. Sayangnya, pemain jebolan akademi Liverpool FC ini tidak terlihat lelah sekali dalam sebuah foto tak lama setelah pertandingan melawan Estonia usai.

Ya, Pemain berusia 19 tahun ini bukannya beristirahat, dia malah berpesta dalam sebuah kelab malam ternama di Inggris yakni Cirque le Soir, adapun letak kelab malam tersebut adalah dekat dengan Carnaby. Tapi Sterling tidak sendiri disana, dia juga bersama dengan pemain Inggris lainnya bersama Danny Welbeck dan Alex Oxlade-Chamberlain.

Dalam foto tersebut, Sterling sama sekali tidak terlihat lelah, yang ada dia begitu menikmati malam berpesta yang diketahui baru usai sampai jam 03.00 dinihari, waktu setempat.

Adapun Tim Nasional Inggris akhirnya berhasil memenangkan laga mleawan Estonia dengan skor akhir 1-0. Kemenangan tersebut diraih dengan susah payah, padahal Estonia bermain dengan 10 orang saja menyusul kartu merah kepada salah satu pemain mereka. Pelatih Brendan Rodgers dan Roy Hodgson belum berkomentar apapun tentang foto tersebut.

Kekasih Dzeko Unggah Foto Seksi di Instagram

Kekasih Dzeko Unggah Foto Seksi di Instagram

Amra Silajdzic, mungkin nama WAGs yang satu ini jarang terdengar di telinga anda karena memang media-media Inggris jarang sekali menyoroti istri dari Edin Dzeko ini. Hal tersebut karena Dzko dan Amra memiliki hubungan yang sederhana tanpa ada bau kontroversi layaknya hubungan pemain-pemain top lainnya seperti Mario Balotelli atau Neymar Da Silva, dan lain-lain.

Nah, baru-baru ini, Wanita Seksi berusia 30 tahun asal Bosnia-Herzegovina itu kedapatan mengunggah foto super seksi dalam akun instagram pribadinya. Dalam foto tersebut, Amra hanya dibalut dengan Bikini Super Minimalis, berwarna putih, rambutnya diikat dan terlihat seperti baru saja selesai mandi.

Tapi tidak hanya itu yang menarik perhatian para Followers Amra, melainjan juga tubuh super seksinya, dan guratan perut yang terlihat begitu atletis. Wajar saja, karena wanita berusia 30 tahun ini memang dikenal sebagai wanita yang gemar melakukan olahraga, dimana Olahraga Aerobik adalah salah satu kegemaran Amra Siladzic.

Cukup banyak Follower Amra yang menjadikan foto tersebut sebagai foto Favorit mereka.

Adapun Amra Siladzic dan Edin Dzeko sudah menjalin hubungan sejak lama, keduanya juga telah menikah. Hubungan mereka selama ini memang adem ayem saja, meski Edin Dzeko belakangan sering menjadi bahasan hangat media terkait dengan peluangnya untuk meninggalkan Manchester City.

Meski dipisahkan jarak dan waktu, Edin Dzeko sering mencuri-curi waktu liburannya untuk berdua dengan Amra, Tak jarang foto-foto mesra mereka unggah lewan akun instagram atau twitter masing-masing.

Belakangan ini, Dzeko sempat disebut-sebut bakal meninggalkan Etihad Stadium, lantaran berkurangnya kesempatan untuk bermain dalam skuat inti.

Main Bola di Vatikan, Justin Bieber Dikecam

Main Bola di Vatikan, Justin Bieber Dikecam

Tidak hanya seorang pemain sepak bola saja yang kerap berulah dengan si kulit bundar, publik pun juga sering hanya saja jarang sekali terekspos oleh Media. Tapi jika seorang Artis sekaligus Penyanyi populer Dunia yang berulah dengan sepak bola, tentu saja akan menjadi bahasan menarik di media manapun, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Penyanyi Pop ternama dunia, Justin Bieber.

Ya, menurut informasi yang kami lansir dari CTVNews Canada, Penyanyi muda yang terkenal dengan lagunya berjudul ‘Baby’ itu dikecam oleh pihak Vatikan, bagaimana bisa?

Well, Publik Figure asal Negeri Paman Sam ini memang sedang berlibur ke Roma, Italia, dan dalam salah satu rangkaian liburannya itu dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Vatikan, bersama keluarga tercintanya.

Sayang, waktu luang mengunjungi Museum Vatikan yang dikenal sebagai tempat suci bagi seluruh umat Kristen tidak disalah gunakan oleh Justin Bieber, dia malah bermain sepak bola di halaman depan Vatikan.

Bukannya takut mendapat kecaman, Bieber malah memposting foto ketika dia bermain bola di depan Vatikan melalui Akun Instagram pribadinya. Alhasil, banyak pengguna Instagram yang mengecam aksi pemuda berusia 20 tahun itu.

“Staff Vatikan memberi peringatak keras kepada Justin Bieber akibat tindakannya menendang bola di sekitar koridor Bersejarah dalam rangka Tur Pribadi, Vatikan sendiri menolak untuk berkomentar tentang insiden ini” Demikian kecaman salah satu pihak seperti yang kami lansir dari media Canada tersebut.

Tentu apa yang dilakukan Bieber sangatlah tidak patut untuk Dicontoh, meski demikian dia adalah seorang Public Figure, yang mungkin malah dijadikan contoh oleh para penggemarnya, terlebih lagi kebanyakan fans Bieber adalah anak-anak dan Remaja.

Kemenangan Telak Shaktar Donetsk Diwarnai Aksi Rasis

Kemenangan Telak Shaktar Donetsk Diwarnai Aksi Rasis

Banyak cerita Indah yang terjadi dalam Matchdays ke-3 Liga Champions Eropa pada dinihari tadi (22/10) waktu setempat. Tidak hanya Bayern Munchen dan Chelsea yang berpesta gol ke gawang lawan, akan tetapi juga klub Liga Ukraina, Shaktar Donetsk. Ya, Wakil Ukraina tersebut berhasil memenangkan laga atas Bate Borisov di kandang lawan dengan skor telak 7-0, yang mana striker Brasil yakni Luiz Adriano berhasil mencetak 5 gol sekaligus dalam pertandingan tersebut.

Akan tetapi, sayangnya ada sebuah insiden tidak mengenakkan yang mewarnai pertandingan tersebut, adalah Sang Pemborong 5 gol, Luiz Adriano yang menjadi sasaran Suporter Tuan rumah Bate Borisov. Dia mendapatkan teriakan berbau rasisme oleh para pendukung tuan rumah yang sepertinya tidak terima dengan kemenangan telak Shaktar Donetsk dalam laga itu, apalagi Adriano berhasil mengemas lima gol.

“Saya mendengar teriakan yang sama sekali tidak menyenangkan, berbau rasisme. Suporter Tuan Rumah bertindak dengan tidak sopan dan saya sendiri merasa kecewa dengan tindakan mereka itu. Jujur, itu adalah sebuah sikap yang buruk dari mereka, saya sampai sempat merasa tidak nyaman ketika pertandingan berlangsung, pandangan mereka terlihat penuh dengan kebencian” Papar Sang Striker kepada salah satu Reporter dalam jumpa pers pasca pertandingan.

Pihak UEFA sendiri sebagai pihak yang berwenang untuk mengurus hal semacam ini masih belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut, tapi jika memang terbukti benar, besar kemungkinan Bate Borisov bakal dijatuhi hukuman.

Teriakan Rasisme oleh Suporter memang bukan pertama kali terjadi, bahkan sering terjadi dalam pertandingan sepak bola.

Kapten Ajax Akui Kemenangan Barcelona

Kapten Ajax Akui Kemenangan Barcelona

Barcelona, raksasa Catalans itu sukses mengamankan tiga poin dalam lanjutan Matchdays ke-3 Liga Champions Eropa musim ini usai mengalahkan wakil Eredivisie Belanda, Ajax Amsterdam. Adapun pertandingan yang berlangsung di Estadio Camp Nou itu berkesudahan dengan skor 3-1, kemenangan Barcelona.

Niklas Moisander sebagai Kapten dari Ajax Amsterdam sendiri mengakui keunggulan FC Barcelona atas Ajax, bahkan dia bersukur tidak dibantai oleh Raksasa La Liga tersebut.

“Di paruh pertama, kami tidak terlihat seperti bermain sepak bola, Barcelona seharusnya bisa mencetak tiga hingga empat gol di babak pertama, kami benar-benar merasa tidak puas dengan performa kami di babak pertama”

“Sedangkan di babak kedua, kami berhasil memperbaiki penampilan, dan berusaha untuk menyamakan kedudukan (Ketika itu Barca memimpin dengan skor 2-1), sayangnya mereka malah berhasil memperlebar keunggulan mereka atas kami menjadi 3-1. Jujur saja saya akui bahwa Barcelona memang layak meraih kemenangan, mereka sudah terbiasa dengan tekanan di ajang terbaik ini, dan mereka juga sedang dalam benuk terbaik, kami bahkan sama sekali tidak bisa menguasai jalannya pertandingan” Papar Sang Kapten kepada Situs Resmi UEFA.

Adapun dengan kekalahan tersebut, kini Ajax Amsterdam tetap berada di peringkat ke-3 dengan hanya meraih dua poin saja dari tiga pertandingan. Sedangkan Barcelona duduk di peringkat ke-2 dengan 7 Poin dari tiga pertandingan.

Barcelona berhasil unggul dalam pertandingan tersebut lewat gol yang dicetak oleh Lionel Messi, Neymar da silva dan Roberto Ramirez, sedangkan Ajax hanya berhasil membalas lewat gol Anwar El Ghazi.

Miranda Tegaskan Bertahan di Atletico Madrid

Miranda Tegaskan Bertahan di Atletico Madrid

Bek tengah 29 tahun asal Brasil itu menghimbau agar para fans setia Los Rojiblancos tidak cemas dengan spekulasi yang beredar belakangan ini, karena ia memastikan musim depan bertahan di Vicente calderon.

Kesuksesan Atletico Madrid di kancah Domestik dengan memenangkan trofil La Liga Spanyol musim 2013/14 kemarin juga di kancah Eropa dengan melaju hingga babak final Liga champions Eropa di musim yang sama membuat klub besutan Diego Simeone itu mendapatkan perhatian khusus dari sejumlah klub papan atas Eropa. Apalagi kalau bukan para pemain yang berperan besar atas kesuksesan Los Rojiblancos yang menjadi buruan mereka.

Setelah Diego Costa yang santer diisukan bakal bergabung ke Chelsea, kemudian Courtois yang kabarnya akan kembali ke Stamford Bridge, Media juga menyebut bahwa Miranda, bek asal Brasil akan meninggalkan Vicente Calderon. Entah benar atau tidak, yang jelas rumor tersebut membuat para pendukung Los Rojiblancos merasa khawatir karena bagaimana pun setiap pemain mereka memiliki peran besar atas kesuksesan klub di musim lalu.

Tapi, sepertinya para pendukung Atletico Madrid boleh tenang sekarang karena salah satu pemain yang diisukan pergi yakni Miranda menegaskan bahwa dirinya akan bertahan di Vicente Calderon musim depan.

“Untuk para fans, kalian jangan khawatir karena saya tidak akan pindah dari klub ini” Ujarnya kepada media Catalan.

Sayangnya di pihak lain, pemain buruan Chelsea yakni Felipe Luiz masih belum memastikan apakah dirinya akan bertahan di klub atau memilih untuk menerima pinangan dari The Roman Emperor.

“Kota lihat saja apa yang akan terjadi nanti” Tutur Bek yang juga berasal dari Brasil itu.

Momentum Kebangkitan Manchester United Pasca Start Buruk

Momentum Kebangkitan Manchester United Pasca Start Buruk

Start Manchester United musim 2014-2015 tidak lebih baik dibanding start tim ini di musim lalu. Fakta ini mengemuka setelah United mengawali musim ini dengan meraih hanya lima poin dari total lima laga awal United dibawah asuhan Van Gaal dan terpuruk di posisi 12 klasemen. Ini lebih buruk jika dibandingkan raihan poin di lima laga awal di bawah asuhan David Moyes musim lalu yang membukukan tujuh poin dan berada di peringkat 8 klasemen kala itu. Bahkan sempat menyeruak kabar mengenai resiko pemecatan Van Gaal usai The Red Devils takluk 3-5 dari tim semenjana Leicester City. Tak ayal jika publik Old Traford meragukan kinerja Van Gaal.

Start yang buruk di awal musim sangat berbanding terbalik dengan gelontoran dana yang mencapai 150 juta pounds yang dihabiskan untuk mendatangkan pemain-pemain bintang kelas dunia seperti Radamel Falcao, Angel Di Maria, Ander Herera, Marcos Rojo, Luke Shaw dan Daley Blind. Dengan daftar pemain baru yang berkelas ditambah dengan pemain-pemain bintang United seperti Wayne Rooney dan Robin Van Persie, hasil buruk bukanlah sesuatu yang mudah diterima oleh fans. Apalagi jika dibandingkan dengan start United era David Moyes yang hanya membeli dua pemain saja yaitu Fellaini dan Juan Mata, dengan total nilai transfer yang tidak mencapai separuh dari total belanja Van Gaal, akan tetapi mampu melakukan start yang lebih baik.

Dari segi taktik, Van Gaal mencoba menggunakan beberapa variasi formasi, yaitu 3-5-2 dan 4-3-1-2 yang diterapkan pada beberapa laga berbeda. Taktik ini tentu memilki perbedaan yang sangat mencolok dengan taktik yang biasa dipakai manajer sebelumnya baik Moyes ataupun Sir Alex yang biasa memakai formasi 4-4-2.

Namun, United tetaplah United, nama besarnya tidak ingin tercoreng begitu saja. Dua kemenangan secara beruntun di Old Traford yaitu kemenangan 2-1 dari West Ham United di pekan ke-6 dan dilanjutkan mengalahkan Everton dengan skor 2-1 di pekan ke-7 menjadi bukti bahwa United belum habis. Sayang, momen kebangkitan United sedikit terganjal usai hasil imbang yang diraih kala melawat ke kandang west Bromwich Albion pada Selasa 21/10/14. Akan tetapi, Van Gaal tetap optimis timnya masih mampu mengejar Chelsea yang kokoh di puncak klasemen dan belum terkalahkan hingga pekan ke-8.

Dengan start yang cukup mengecewakan, membukukan kemenangan demi kemenangan adalah cara terbaik agar United dapat kembali ke track juara klub dunia, walaupun selisih poin dari dua tim pemuncak klasemen yang menjadi rival utama United cukup renggang, namun peluang masih terbuka lebar, mengingat Premier League baru memasuki pekan ke-8 yang artinya masih banyak laga yang harus dijalani.

Prediksi pertandingan Liverpool vs Real Madrid

Prediksi pertandingan Liverpool vs Real Madrid

Matchday 3 penyisihan grup Liga Champion Eropa kembali digelar, pertarungan sengit akan tersaji di Grup E, klub raksasa asal Negeri Matador, Real Madrid akan bertandang ke Anfield, markas Liverpool. Jika menoleh pada sejarah, meski saat ini The Reds kalah pamor, mereka pernah mempecundangi Real Madrid pada putaran Liga Champion 2008-2009, tidak tanggung-tanggung, Liverpool yang kala itu masih diasuh oleh Benitez unggul aggregate 5-0 hasil menang 1-0 di Bernabeu dan menang telak 4-0 di Anfield. Namun, dalam sepakbola, sejarah dan statistik tidak dapat menentukan hasil pertandingan. Laga yang akan digelar pada Kamis 23 Oktober 2014 Pukul 01.45 WIB ini menjadi laga yang ditunggu-tunggu para penggila bola. Menarik untuk mengulas lebih lanjut mengenai peta kekuatan dan peluang kedua tim ini.

Dari kubu tuan rumah, Liverpool sedang berada pada jalur kemenangan setelah menang di laga tandang mereka kala melawan QPR, The Anfield Gang menang tipis 3-2. namun itu tak lantas menjamin hasil baik kala menjamu Los Galacticos, Steven Gerard Cs harus berjuang ekstra keras untuk mengatasi permainan anak asuh Don Carlo. Kalah dari FC Basel dan Sepasang gol dari QPR membuktikan bahwa ada yang salah dengan lini belakang The Reds. Masalah juga terdapat di lini depan, setelah kepergian Suarez, Liverpool belum menemukan pemain yang setara, Balotelli yang diharapkan justru dinilai tidak produkti hingga saat ini. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, kali ini mereka berlaga di Anfield Stadium, dukungan penuh The Kop tentunya menjadi nilai tambah bagi kubu tuan rumah, terbukti Liverpool hanya takluk satu kali dari 18 partai kandang terakhir mereka di Benua Eropa.

Lanjut ke kubu Tamu, El Real merupakan tim yang paling difavoritkan di Grup B. Tim besutan Carlo Ancelotti ini adalah tim yang memiliki produktivitas gol yang tinngi, tercatat 32 gol telah mereka cetak pasca takluk dari seteru sekota mereka bulan September lalu. Christiano Ronaldo juga akan menghadirkan ancaman tersendiri dengan skill yang diatas rata-rata diluar dari serangan yang dirancang dari kerjasama tim yang sangat baik. Dari tujuh laga tandang El Real di pentas Eropa, lima kemenangan berhasil mereka raih. Real Madrid bukan tanpa masalah, salah satu pemain andalan mereka, Gareth Bale dipastikan absent karena mengalami cedera, artinya CR7 kehilangan juru assist terbaiknya.

Laga Liverpool kontra Real Madrid ini memang layak ditunggu. Bagi tuan rumah kemenangan adalah hal yang harus diraih demi menjaga kans mereka lolos dari fase grup. Dari kubu El Real, menjaga tradisi kemenangan sangat penting untuk menapaki laga-laga selanjutnya, dan demi gengsi sebagai juara bertahan yang harus mereka jaga. Misi kemenangan nampaknya lebih mungkin bagi tim tamu.

Prediksi AS Roma vs Bayer Munich

Prediksi AS Roma vs Bayer Munich

Partai penyisihan grup Liga Champion kembali menghadirkan laga seru, kali ini dari grup E, serigala dari ibukota Italia akan menjamu The Bavarian di stadion Olympico.. Laga ini akan digelar pada Rabu 22/10/14 Pukul 01.45 WIB. Di Grup E sendiri, kedua tim yang akan berlaga kali ini belum pernah mengalami kekalahan. Laga ini tentu merupakan laga yang sangat ditunggu oleh para pecinta sepakbola, terlebih lagi bagi para fans kedua kubu. Laga ini akan sangat menarik, kedua tim sedang on-fire dan sedang berada di jalur kemenangan. mari kita bahas lebih lanjut mengenai peluang kedua tim ini.

dimulai dari kubu tuan rumah, Serigala Roma dinilai sedang berada pada performa terbaiknya, terbukti di 2 laga awal mereka di grup E mereka berhasil menang besar 5-1 atas CSKA dilanjutkan dengan menahan imbang klub elit Liga Inggris Manchester City dengan skor 1-1, di laga terakhirnya di Serie-A kontra Chievo Verona, anak asuh Rudy Garcia sukses menaklukkan Chievo dengan mencetak 3 gol tanpa balas. Dengan diperkuat Pangeran Roma Francesco Totti di lini depan, tim ini akan mampu menghukum dengan gol untuk setiap kesalahan sekecil apapun yang dilakukan pemain bertahan lawan. Ditambah lagi laga ini digelar di Olympico, kandang mereka sendiri, dukungan penuh publik kota Roma akan sangat memicu semangat bertanding anak-anak Roma untuk memberikan yang terbaik.

Dari kubu Bayer Munich, tim besutan Guardiola memang tengah menjadi tim yang disegani di daratan Eropa. The Bavarian sendiri adalah pemuncak klasemen Grup E dengan mengemas 6 poin, 2 angka lebih banyak dari calon lawanya kali ini yaitu AS Roma. Tim asuhan Pep juga sedang dalam kondisi on-fire usai mencukur habis Werder Bremen 6-0 di lanjutan Bundes Liga akhir pekan lalu. Dengan kembali merumputnya Frank Ribery pasca cedera lutut yang dialaminya, daya gedor tim ini akan semakin kuat. ditambah dengan mobilitas Muller di lini depan yang rajin mencari celah, wakil Bundes Liga ini akan memberikan perlawanan yang berarti di kandang lawannya.

Dari segi tekanan, AS Roma memiliki beban yang cukup berat, yaitu harus menang mengingat Manchester City dapat menggeser mereka dari posisi Runner-Up karena lawan City kali ini adalah CSKA yang mana adalah tim yang tidak diunggulkan di Grup E. Namun, bertandang ke Olympico tentunya tidak bisa dianggap remeh oleh Pep dan anak asuhnya, karena AS Roma pernah mengalahkan Bayer Munich di Olympico pada 2010. Partai ini akan menjadi ajang adu strategi antar kedua pelatih dan pertarungan sengit di lini tengah, serangan-serangan dari sisi sayap akan sangat menarik untuk kita saksikan.